Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalAkhirnya PAUD di Jember Bebas Belanja BOP Rp19 Miliar Tanpa Intervensi

Akhirnya PAUD di Jember Bebas Belanja BOP Rp19 Miliar Tanpa Intervensi

NUSADAILY.COM – JEMBER – Jumat, 3 Desember 2021, Pemerintah Kabupaten Jember mencairkan anggaran Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk semua lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan total senilai Rp19,6 miliar. Dana tersebut adalah pencairan tahap II bagi 913 Taman Kanak-Kanak (TK), 447 Kelompok Bermain (KB), 7 Tempat Penitipan Anak (TPA), dan 324 Satuan PAUD Sejenis (SPS). Adapun asal muasal anggaran dari perhitungan Rp600 ribu dikali 65.641 peserta didik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bupati Jember Hendy Siswanto bertemu para pengelola PAUD untuk menyerahkan langsung pencairan dana BOP. Acara penyerahan dihadiri 150 orang yang dilakukan secara simbolis dalam aula Dinas Pendidikan Jember.

“Hari ini diselesaikan,” terang Hendy dalam keterangannya kepada wartawan usai acara penyerahan BOP PAUD. 

Ia memahami nominal BOP sangat besar secara akumulatif, namun tidak sebanding dengan beban kerja para guru yang harus memberi pendidikan kepada anak-anak usia dini. Sebab, hanya dibantu anggaran senilai Rp600 ribu untuk tiap peserta didik.

“BOP bagian kecil penghormatan Negara kepada para pengelola lembaga PAUD. Semoga pemberian ini menjadi berkah untuk kita semua,” harap Hendy.

Hendy berpesan agar para pengelola PAUD menggunakan anggaran itu secara benar dan baik. Selain itu, yang perlu diperhatikan terkait kebutuhan belajar mengajar yang perlu menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Anggaran BOP sempat memicu kontroversi karena disebut-sebut bakal dimanfaatkan oleh kelompok usaha tertentu. Mereka disinyalir hendak mengkondisikan para pengelola PAUD agar pos anggaran yang digunakan untuk alat peraga pendidikan dibelanjakan kepada sejumlah pengusaha.

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono mengetahui gelagat yang demikian, sehingga langsung melakukan upaya pencegahan. Kendati tidak terang-terangan menyebut pihak yang hendak bermain anggaran, tapi Bambang menyatakan sudah menghentikan rencana buruk tersebut.

“Tidak boleh ada intervensi dari siapapun. Anggaran BOP PAUD bersifat swakelola, sehingga menjadi wewenang penuh masing-masing sekolah dalam mengelolanya,” tegas Bambang.

Menurutnya, prinsip swakelola meliputi pelaksanaan pekerjaan tersebut harus direncanakan, dikerjakan, dan atau diawasi sendiri oleh pihak yang bersangkutan langsung. Apalagi, secara khusus telah tersedia petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak dan Juknis).

“Wajib hukumnya mematuhi Juklak dan Juknis yang sudah ditentukan,” pungkas pria yang bakal pensiun sebagai ASN pada Januari 2022 mendatang itu. 

Anggota Komisi D DPRD Jember Gembong Konsul Alam menekankan supaya pejabat hingga pengelola PAUD yang berkaitan anggaran BOP berhati-hati. 

“Perkara hukum tahun 2017 silam yang akhirnya menjerat beberapa orang gara-gara bermain dana itu harusnya jadi pelajaran,” tuturnya. (sut/wan)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed