Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsRegional36 SD di Kota Madiun Siap Laksanakan PTM Terbatas

36 SD di Kota Madiun Siap Laksanakan PTM Terbatas

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MADIUN – Sebanyak 36 sekolah dasar di Kota Madiun, Jawa Timur menyatakan siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Senin tanggal 27 September 2021.

“Secara keseluruhan, sekolah sudah siap untuk menggelar PTM, baik dari segi sarana dan prasarana sudah siap,” ujar Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Madiun Slamet Hariyadi saat meninjau kesiapan PTM di SDN 05 Madiun Lor, Jumat.

Baca Juga: Wabup Gresik Pantau PTM Terbatas dan Vaksinasi Pelajar

Menurut dia, sesuai hasil rakor, sebetulnya terdapat 73 SD baik negeri maupun swasta yang menyatakan kesanggupannya untuk PTM dalam waktu dekat ini. Namun, setelah tinjauan ulang, baru 36 SD negeri yang siap menggelar PTM pada Senin (27/9) mendatang. Sisanya akan menyusul di hari selanjutnya.

Hariyadi berharap 73 SD negeri dan swasta yang terdata sudah bisa melakukan PTM terbatas pada awal Oktober nanti. Hal itu sesuai dengan kesanggupan dari masing-masing sekolah tersebut.

“Jadi yang menyatakan untuk memulai pada 27 September besok ada 36 sekolah. Ya, 36 SD ini yang kita cek dulu bagaimana kesiapannya,” kata dia.

Tidak hanya mengecek kesiapan sarana prasarananya. Tetapi juga kesiapan SDM-nya. Hariyadi menyebut pihak sekolah juga wajib untuk membentuk tiga tim khusus.

Baca Juga: Disdik Sumenep Pastikan PTM Terbatas Lancar Tanpa Kendala

Adapun, tim pertama terkait pelatihan dan humas, tim kedua mengenai pembelajaran dan tata ruang, serta tim ketiga memiliki fungsi keamanan dan PHBS (perilaku hidup sehat dan bersih). Masing-masing tim ini melibatkan guru dan siswa.

“Termasuk pembagian ganjil genap melalui penomoran di bangku, alur keluar masuk, dan lainnya sudah siap secara umum. Termasuk gelaran rapid test sebelum masuk kelas. Baik guru dan siswa akan kita lakukan tes cepat dulu sebelum masuk,” katanya.

Hariyadi juga berpesan kepada orang tua untuk segera meninggalkan lokasi sekolah saat antar-jemput, sehingga tidak terjadi kerumunan. Setelah itu, keamanan anak-anak di rumah juga perlu ada perhatian lebih. Seperti, wajib mandi dan mencuci seragam anak-anak setelah pulang.

“Semua alat tulis juga harus rutin disemprot penyanitasi tangan. Ini penting untuk meminimalkan penularan COVID-19,” kata dia.

Tercatat di Kota Madiun kasus konfirmasi COVID-19 hingga Jumat ini mencapai 7.208 orang. Dari jumlah itu, 6.627 orang telah sembuh, 40 dalam perawatan, 42 orang isolasi terpadu, dan 499 orang meninggal dunia.

Baca Juga: Kebijakan Bupati Jember Bolehkan PTM Disambut Gembira Kalangan Pendidik

Per Jumat ini, tambahan kasus terkonfirmasi positif ada 12 orang, sembuh sembilan orang, dan meninggal dunia satu orang, dengan pelacakan 221 orang.

Sementara, untuk PTM terbatas tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Madiun, telah dilakukan mulai Senin 20 September lalu di sebanyak delapan sekolah.(nd3)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...