Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegional22 Tenaga Kesehatan Puskesmas di Banyuwangi Reaktif Rapid Tes

22 Tenaga Kesehatan Puskesmas di Banyuwangi Reaktif Rapid Tes

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Sebanyak 22 tenaga kesehatan di Banyuwangi dinyatakan reaktif setelah menjalani pemeriksaan rapid tes. Hasil tersebut didapat setelah Gugus Tugas Covid-19 melakukan rapid tes terhadap ratusan petugas puskesmas yang selama ini menjadi garda terdepan penanganan dan pencegahan Coronavirus.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Iya betul. Hari selasa kemarin, 19 Mei 2020, mita melakukan rapid tes terhadap 225 tenaga kesehatan yang ada di 45 puskesmas. Hasilnya 22 diantaranya reaktif,” kata Juru Bicara Gugis Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono, kepada Nusadaily.com Jumat 22 Mei 2020.

Saat ini, kata dr Rio sapaan akrabnya, tenaga kesehatan yang hasil rapid tesnya reaktif sudah diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari. “Mereka juga sudah kita swab tes. Sekarang tinggal menunggu hasilnya. Saat ini mereka tengah isolasi mandiri,” ujar Rio. 

Meski rapid tesnya reaktif, menurut Rio, 22 tenaga kesehatan ini tidak menunjukkan gejala maupun ada keluhan sakit. Oleh sebab itulah, minggu depan Gugus Tugas akan melakukan rapid tes ulang terhadap 22 nakes tersebut.

“Yang perlu digaris bawahi, rapid tes reaktif belum tentu positif. Reaktifnya belum tentu dikarenakan virus Corona. Bisa dikarenakan hal yang lain. Untuk itu kita lakukan rapid tes lagi minggu depan sembari tunggu hasil swab,” imbuhnya.

Risiko Tenaga Kesehatan

Diakui Rio, tenaga kesehatan memang memiliki risiko tinggi terpapar virus yang sudah merenggut ratusan ribu jiwa di seluruh dunia ini.

“Terlebih tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, mereka sangat beresiko,” katanya.

Meski ada 22 petugas puskesmas yang hasil rapid tesnya reaktif, Rio memastikan tidak akan mengganggu pelayanan. Mengingat saat ini ada 1881 tenaga medis yang tersebar di seluruh Puskesmas Banyuwangi.

“Tidak akan mengganggu pelayanan karena masih ada petugas lainya yang bisa melakukan pelayanan seperti biasa,” ujarnya.

Rio mengingatkan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan protap kesehatan untuk melawan Covid-19. Jangan menaggap virus ini remeh, sehingga menjadi abai dan tak mengindahkan protap tersebut.

“Pandemi masig ada, Warga harus meningkatkan kewaspadaan. Kita lihat saat ini masyarakat mulai berkerumun lagi. Ini bahaya. Kita tidak henti-hentinya menghimbau agar masyarakat tidak berkerumun, jaka jarak, pakai masker dan rutin cuci tangan,” imbuh Rio yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini. (ozi)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily