Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNews21 Ekor Sapi di Magetan Dilaporkan Sakit, Disnakan: Tunggu Hasil Lab

21 Ekor Sapi di Magetan Dilaporkan Sakit, Disnakan: Tunggu Hasil Lab

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Sebanyak 21 ekor sapi milik salah satu peternak di Desa Sugihrejo Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan dilaporkan sakit pada Jumat 13 Mei 2022. Sapi-sapi tersebut mengalami flu dan kejang kejang. Tujuh di antaranya alami kuku coplok.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan Nur Haryani membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengaku sudah menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lokasi usai mendapatkan laporan dari pendataan kepolisian yang terlibat. Sapi milik peternak penggemukan sapi itu seluruhnya sudah diperiksa kesehatannya. Namun, tak bisa langsung diketahui hasil pengecekan sampel di laboratorium.

”Sampel sudah kami ambil dan kirim ke lab, hasilnya masih harus menunggu. Dari pantauan paramedis kami, kondisinya sapi sudah membaik hari ini,” kata Nur Haryani kepada nusadaily.com. Sabtu (14/05/2022) petang tadi.

Timnya sudah menyarankan kepada peternak agar tidak lagi memasukkan atau mengeluarkan sapi dari kandang untuk keperluan apapun selama masih ada yang sakit. Imbauan ini dilakukan agar tidak menular ke yang lain hingga menunggu hasil lab keluar.

Lebih lanjut Nur tidak menjelaskan secara rinci sapi mana saja yang sudah membaik, apakah sapi yang mengalami flu dan kejang – kejang ataukah sapi yang sempat mengalami kuku lepas.

Ada yang Bukan Penyakit PMK

Selain di Sugihrejo, ia mengaku sempat mendapatkan laporan kalau ada sapi sakit di Desa Kiringan pada Kecamatan Takeran. Namun, setelah dilakukan periksa mendalam bukan terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Sapi itu terjangkit penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau demam tiga hari.

”Gejala BEF dan PMK hampir sama. Namun, PMK ada lepuhan di kuku dan mulut. Juga demamnya lebih tinggi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan jika penyakit BEF tak sebahaya penyakit kuku dan mulut karena bisa diobati dengan mudah. Namun, beda cerita kalau ada penyakit penyerta yang lain.

Terakhir Ia meminta jika ada ternak yang sakit, para peternak segera menghubungi dinas peternakan guna pengecekan dan penanganan yang lebih dini sebelum penyakit menyebar.

“Saat ini pemeriksaan kami fokuskan di pasar hewan. Jika dipeternak belum kami lakukan saat ini. Baru bila ada laporan sakit atau terindikasi terjangkit PMK, kami akan turun kelapangan. Kami mengharap peternak untuk memberikan vitamin dan melakukan penyemprotan kandang secara mandiri,” pungkasnya.(nto/aka).

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Pakar Politik Nilai PDIP Jadi Kunci Prabowo Menang Pilpres 2024

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju menjadi calon presiden digaungkan sejumlah kalangan salah satunya baru-baru ini dari Persatuan Purnawirawan Indonesia...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily