Polisi Kejar Pelaku Pembakaran Wajah Perawat di Kalipare

  • Whatsapp
Korban penyiraman dan pembakaran oleh pria tak dikenal.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Seorang pria yang tidak dikenal, Selasa (4/5/2021) tega menyiramkan cairan berbahaya dan membakar muka serta sebagian tubuh seorang perawat di Klinik Bunga Husada, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Seketika, korban Eva Sofiana Wijayanti (33), warga Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, mengalami luka bakar di bagian wajah dan sebagian tubuhnya.

“Korban hingga saat ini masih menjalani perawatan medis di RS Wava Husada,” terang Kapolsek Kalipare, AKP Soleh Mas’udi, Selasa (4/5/2021).

Soleh mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika korban yang masuk shift pagi tengah beristirahat.

Tiba tiba korban didatangi seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah, langsung memasuki klinik menuju tempat korban beristirahat.

Setelah melihat targetnya, terduga pelaku kemudian langsung menyiramkan cairan yang dibawa dalam wadah botol kebagian wajah dan tubuh korban. Tak menunggu lama kemudian pelaku menyulut tubuh korban dengan korek.

Seketika itu, pelaku langsung lari tanpa meninggalkan jejak.

“Api di tubuh korban berhasil dipadamkan dengan air, dan korban langsung dilarikan ke RS Wava Husada,” terang Soleh.

Kejadian itupun nampaknya menjadi atensi khusus bagi Polres Malang terutama jajaran Polsek Kalipare. Oleh karena itu, tim reserse kriminal (reskrim) kini tengah memburu pelaku pembakaran tersebut.

“Do’akan pelakunya segera tertangkap. Kami bersama jajaran Polres Malang akan melakukan penyelidikan terkait kasus ini hinggi tuntas,” pungkasnya.

Polisi Kejar Pelaku

Sementara itu, ketika Kapolres Malang AKBP Hendri Umar dikonfirmasi Nusadaily.com, pihaknya membenarkan kejadian tersebut dan sedang didalami.

“Kita sedang melakukan investigasi terhadap peristiwa pagi tadi, memang benar korbannya salah satu perawat di Desa Arjowinangung, mudah mudahan dalam waktu dekat pelakunya dapat kita amankan,” jelas Hendri.

Hingga petang ini, jajaran Polres Malang telah mendapatkan titim terang dalam pengejaran terduga pelaku.

“Sudah ada sekitar 3 sampai 4 orang saksi yang kami periksa, serta beberapa orang terdekat korban, dan anggota sekarang masih di lapangan untuk menangkap pelaku dan mengungkap apa modus dari kejadian pembakaran ini,” pungkasnya.

Saat disinggung kondisi terkini korban, Hendri mengalu belum memonitor lebih lanjut akan tetapi diketahuinya bahwa kondisi korban sudah siuman.

“Saya tidak seberapa memantau kondisinya, tapi yang jelas sudah sadar terakhir saya dapat kabar. Akan tetapi luka bakarnya mencapai 60 persen meliputi muka, dada dan tangan dan kami sungguh prihatin,” timpalnya.

Terakhir, Kapolres menyebutkan, luka bakar itu biasanya berdampak setelah 2 sampai 3 hari, serta pihaknya yang menyayangkan kejadian tersebut tak terekam oleh kamera pengawas (CCTV). (aje/aka)