Pendidikan Karakter, Modal Awal Tanamkan Nilai Pancasila

  • Whatsapp
bpip pancasila
Staf khusus ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susatyo saat memberikan materi dalam kegiatan Diskusi Aktualisasi Nilai Pancasila di Lingkunagn ASN Tenaga Pendidik Sebagai Teladan Dalam Bermasyarakat di Ambon Maluku Senin 23 November 2020. (BPIP for Nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) berperan Penting dalam penanaman nilai-nilai Pancasila, oleh sebab itu ASN merupakan benteng penanaman nilai-nilai Pancasila dan harus menjadi teladan bagi Masyarakat melalui Pendidikan Karakter.

Hal tersebut disampaikan Staf khusus ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susatyo saat dirinya hadir dalam kegiatan Diskusi yang bertemakan “Aktualisasi Nilai Pancasila di Lingkunagn ASN Tenaga Pendidik Sebagai Teladan Dalam Bermasyarakat, yang diadakan oleh Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Di Ambon Maluku Senin 23 November 2020.

Baca Juga

Di hadapan 100 ASN Tenaga Pendidik Ambon yang hadir, pria yang akrab di sapa Romo Benny ini mengatakan bahwa salah satu masalah, yang dihadapi bangsa ini adalah rendahnya literasi.

BACA JUGA: Presiden Apresiasi Pancamain BPIP, Kenalkan Pancasila kepada Anak

“Problem kita sekarang ini adalah literasi kita rendah. Negara kita majemuk namun jika tidak kritis dalam menghadapi kekayaan dan keberagaman ini khususnya dalam penyebaran informasi maka hoax akan menghancurkan semuanya. Diera digitalisasi orang kehilangan kedalaman, literasi, dan percaya informasi bohong,” tandas Benny.

Oleh karena itu diperlukan pendidikan dari sejak dini termasuk pendidikan karakter. Hal ini yang berperan penting adalah orang tua dan guru.

“Sekarang ini interaksi dan komunikasi khususnya dalam proses pembelajaran dari  anak dan ibu  kurang karena tergantikan oleh kemajuan teknologi. Padahal dari komunikasi langsung ini ada pembentukan karakter. Oleh karena itu pendidikan karakter utama adalah dikeluarga khususnya orang tua dan kemudian disekolah,” ujarnya.

BACA JUGA: BPIP Gelar Lokakarya Nasional, Cetak Biru Sistem Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila

Romo Benny beranggapan bahwa penyelenggara negara berperan dalam penanaman nilai Pancasila baik dalam mensejahterakan masyakat atau keadilan sosial dan sebagainya. Memperjuangkan kebenaran, anti kedzoliman, dan membela keadilan merupakan hal yang harus dilakukan oleh penyelenggara negara seperti yang di utarakan Bung Hatta.

“Hatta menjelaskan Pengakuan itu mewajibkan manusia di dalam hidupnya membela keadilan, dengan kelanjutannya: menentang kedzoliman. ini harus menjadi sumber sila sila selanjutnya dan dilakukan oleh penyelenggara negara. Ini harus dipublikasikan,” tutup Romo Benny.

Kedepannya, Benny berharap Pancasila dapat menjadi habituasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bantuan abdi negara dan seluruh komponen masyarakat.

“Konteks kekinian dalam habituasi bukan menjadi doktrin dan hapalan tetapi jadi prilaku. Pancasila harus menjadi keutaman baik kata dan tindakan khususnya para pembuat kebijakan publik dan seluruh elemen masyarakat,” tutup Benny.

Sementara itu Rektor Universitas Pattimura, Martinus J. Sapteno yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan tenaga pendidik harus mempunyai pem ahaman yang utuh tentang nilai-nilai Pancasila.

“Jadi para guru harus mempunyai pemahaman yang utuh sehingga baru mentransformasikan kepada anak didiknya,” tegasnya.

Selain itu, Martinus juga menjepaskan bahwa dalam implementasi nilai Pancasila terlebih dahulu harus jujur kepada diri sendiri.

BACA JUGA: BPIP Gelar Lokakarya Nasional, Cetak Biru Sistem Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila

“Kita harus jujur kepada diri sendiri dulu, krn jika tidak maka implementasi akan jauh dari itu. Selain itu, Kita harus cepat mengambil langkah dalam melawan radikalisme,” ujarnya.

Di tempat yang sama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Husein mengatakan bahwa saat ini perlu pengamalan nilai Pancasila berdasarkan pengalaman dan praktis kepada peserta didik.

“Penerapan nilai Pancasila lebih jelas yang merupakan pangamalan. Penilaian Pancasila dalam karakter yaitu terintegrasi kepada suluruh mata pelajaran dan terkatualisasi dalam ekstrakurikuler,” jelas Husain.(sir/lna)

Post Terkait

banner 468x60