Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsMetropolitanWow! RI Ternyata Punya 'Harta Karun' Terbesar ke-2 di Dunia, Apa Itu?

Wow! RI Ternyata Punya ‘Harta Karun’ Terbesar ke-2 di Dunia, Apa Itu?

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia memiliki harta karun energi terbesar nomor dua di dunia. Harta karun yang dimaksud ialah timah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan posisi Indonesia terhadap cadangan timah saat ini masih di bawah China. Ada ratusan ribu ton cadangan timah di Indonesia.

BACA JUGA: Kian Bertambah, RI Kembali Temukan Harta Karun di NTB: Ada 2 Miliar Ton Emas-Tembaga

“Timah kita nomor 2 di dunia, nomor 1 China, tidak bisa ada yang melawan china. Kemudian cadangan kita 800 ribu ton cadangan timah. Kalau dunia itu 4,7 juta ton jadi cukup banyak,” kata Ridwan di DPR beberapa waktu lalu, ditulis (23/6/2022).

Melansir detikcom, Ridwan menjelaskan, data cadangan timah di Indonesia ini setara 17% cadangan timah di dunia. Jumlah ini masih kalah dari cadangan timah milik China namun di atas Brasil. “Sementara, kontribusi cadangan timah China terhadap dunia mencapai 23%, Brasil 15%, dan Australia 8%” jelas Ridwan.

Lebih rinci Ridwan menjelaskan, 91% harta karun berupa cadangan timah dalam negeri terdapat di Kepulauan Bangka Belitung.

“Inilah yang kemudian sejak dalam tanda petik demokratisasi industri pertimahan yang sebelumnya PT Timah yang sebagai pemain 1-2 pemain swasta sejak itu banyak sekali kegiatan yang berkontribusi kalau kita lihat konotasi positifnya. Namun juga mengandung resiko dalam realitas sehari harinya,” parparnya.

BACA JUGA: Wow! Didasar Lumpur Lapindo Terkandung Harta Karun Tak Ternilai Harganya

Catatannya, saat ini ada 482 Izin Usaha Pertambangan (IUP) timah di Bangka Belitung. Dari jumlah sebanyak itu, hanya 2 IUP yang melakukan eksplorasi. Sebanyak 480 sisanya beroperasi produksi.

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Kisah Pengusaha Cilok Sukses Raih Omzet Rp 15 Juta per Hari, Dulu Bermodal Rp 48.000

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Jatuh bangun berkali-kali, kisah pengusaha cilok ini sukses menginspirasi. Dulu modalnya hanya Rp 48.000, kini usahanya beromzet 15 juta perhari. Tak...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia memiliki harta karun energi terbesar nomor dua di dunia. Harta karun yang dimaksud ialah timah.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan posisi Indonesia terhadap cadangan timah saat ini masih di bawah China. Ada ratusan ribu ton cadangan timah di Indonesia.

BACA JUGA: Kian Bertambah, RI Kembali Temukan Harta Karun di NTB: Ada 2 Miliar Ton Emas-Tembaga

"Timah kita nomor 2 di dunia, nomor 1 China, tidak bisa ada yang melawan china. Kemudian cadangan kita 800 ribu ton cadangan timah. Kalau dunia itu 4,7 juta ton jadi cukup banyak," kata Ridwan di DPR beberapa waktu lalu, ditulis (23/6/2022).

Melansir detikcom, Ridwan menjelaskan, data cadangan timah di Indonesia ini setara 17% cadangan timah di dunia. Jumlah ini masih kalah dari cadangan timah milik China namun di atas Brasil. "Sementara, kontribusi cadangan timah China terhadap dunia mencapai 23%, Brasil 15%, dan Australia 8%" jelas Ridwan.

Lebih rinci Ridwan menjelaskan, 91% harta karun berupa cadangan timah dalam negeri terdapat di Kepulauan Bangka Belitung.

"Inilah yang kemudian sejak dalam tanda petik demokratisasi industri pertimahan yang sebelumnya PT Timah yang sebagai pemain 1-2 pemain swasta sejak itu banyak sekali kegiatan yang berkontribusi kalau kita lihat konotasi positifnya. Namun juga mengandung resiko dalam realitas sehari harinya," parparnya.

BACA JUGA: Wow! Didasar Lumpur Lapindo Terkandung Harta Karun Tak Ternilai Harganya

Catatannya, saat ini ada 482 Izin Usaha Pertambangan (IUP) timah di Bangka Belitung. Dari jumlah sebanyak itu, hanya 2 IUP yang melakukan eksplorasi. Sebanyak 480 sisanya beroperasi produksi.

"Tetapi tidak semua IUP ini beroperasi. Sejauh ini regulasinya logam timah hasil pertambangan memang diizinkan untuk ekspor, memang harus memenuhi batas minimum pengolahan dan pemurnian 99,9%" tuturnya.(eky)