Sabtu, September 25, 2021
BerandaNewsMetropolitanRomo Benny: Nilai Ketuhanan Adalah Dasar Internalisasi Nilai Pancasila

Romo Benny: Nilai Ketuhanan Adalah Dasar Internalisasi Nilai Pancasila

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyampaikan, mengamalkan nilai Ketuhanan adalah dasar internalisasi nilai Pancasila bagi bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu, dia menilai Keputusan negara haruslah memperhatikan norma negara dan tidak bertentangan, sehingga Keputusan harus bersendikan nilai-nilai ketuhanan.

BACA JUGA: Romo Benny: Pancasila Kunci Hidup Rukun dan Bahagia Bangsa Indonesia

Hal tersebut disampaikan dirinya saat hadir dalam acara temu untuk Perumusan Fokus Bahasan Pokok-Pokok Haluan Negara Bidang Agama bersama dengan Badan Pengkajian MPR RI di Hotel Bigland, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 1 Juli 2021.

Selain itu, Pria yang akrab di sapa Romo Benny itu menuturkan, jika manusia harus mendapatkan posisi, hak, dan kewajiban yang setara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ketuhanan adalah internalisasi nilai-nilai Pancasila yang dibatinkan dalam perilaku manusia. Harus menjadi inspirasi batin, alat justifikasi, titik moral kepatuhan, solidaritas dan kesetiakawanan,” ujar Romo Benny.

Tidak hanya itu, Romo Benny juga menambahkan saat bangsa Indonesia melakukan internalisasi nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai Pancasila akan dapat terwujud, sehingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara nilai ketuhanan adalah dasar.

Dan menurutnya, bahwa demokrasi Pancasila perlu diaplikasikan secara keseluruhan di Indonesia.

“Dengan melaksanakan demokrasi berlandaskan nilai Pancasila, yang berdasarkan juga pada nilai-nilai agama, dapat membebaskan dari kemiskinan, kepicikan, serta membuat manusia mendapatkan pencerahan dan kedaulatannya penuh sebagai manusia. Inilah yang disebut memanusiakan manusia,” tutupnya

Sementara itu Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar yang hadir secara Virtual menyerukan diperlukannya konsorsium yang dihadiri para pakar dari berbagai tokoh agama dalam perumusan ini.

“(Kita) membicarakan visi dan misi ke depan seperti apa. Perlu diakomodir tentang definisi agama dan kenapa disebut agama dan disebut kepercayaan. Apa kriteria agama dan dasar hukumnya dimana, hal itu perlu dibicarakan secara khusus,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra menyatakan bahwa penjelasan hubungan antar agama dan negara harus dibuat.

“Pertama, penerimaan agama dan Pancasila harus diperkuat. Tidak bisa agama dan Pancasila dipisahkan dan dibedakan, serta dibandingkan. Kedua, harus diperkuat lagi tentang moderasi keberagaman. Toleransi harus hidup di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Romo Benny: UU No 18 Tahun 2017 Aktualisasi Nilai Pancasila dalam Kebijakan Publik

Hadir dalam Kegiatan tersebut, Ahmad Suaedy (Peneliti Senior Abdurrahman Wahid Centre-Universitas Indonesia), Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta), dan Azyumardi Azra (mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan termasuk juga anggota Badan Pengkajian MPR RI, sebagai peserta. Acara diadakan secara daring dan luring bersamaan, dan dihadiri kurang lebih 15 orang. (sir/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...