Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanPTM Perdana di SDN Pondok Kelapa 05 Pagi Berjalan Lancar

PTM Perdana di SDN Pondok Kelapa 05 Pagi Berjalan Lancar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di SDN Pondok Kelapa 05 Pagi, Jakarta Timur, secara umum berjalan lancar.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Pemkot Jakpus Catat 60 Sekolah Siap Laksanakan PTM Pada Senin

“Kalau memperhatikan dari proses awal sejak masuk sampai pulang ini masih sesuai dengan prosedur yang kami rancang. Lancar,” kata Kepala Sekolah SDN Pondok Kelapa 05 Pagi, Samukin, di Jakarta, Senin.

Ia mengaakan berdasarkan evaluasi PTM sejak kedatangan siswa hingga pulang sesuai dengan prosedur protokol kesehatan yang diterapkan.

“Selama ini tidak ada kejadian apa-apa, termasuk pembelajaran dari guru karena selain melayani di sini, juga yang di rumah atau ‘blended learning’,” katanya.

BACA JUGA : Sebanyak 24 SD di Banjarmasin Berada di Zona Oranye Harus Tunda PTM

Samukin menjelaskan mengenai penerapan protokol kesehatan di SDN Pondok Kelapa 05 Pagi di antaranya dengan memisahkan jalur kedatangan dan pulang siswa agar tidak terjadi kerumunan.

Selain itu, pihak sekolah juga menyiapkan sarana dan prasarana terkait penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan ‘hand sanitizer’ di sejumlah titik hingga pembatasan kapasitas ruang kelas hanya 50 persen.

BACA JUGA : PTM Kota Batu Masih Dibayangi Lonjakan Covid-19

“Untuk hari ini ada kelas 1 dan 4 kapasitas 50 persen. Nanti hari Rabu kelas 2 dan 5, hari Jumat kelas 3 dan 6. Ini berlaku umum sesuai dengan yang direkomendasikan Dinas Pendidikan,” ujar Samukin.

Samukin menambahkan lamanya jam belajar untuk masing-masing kelas dibedakan berdasarkan tingkatan kelas. Untuk kelas 1 hingga 3 waktu belajar dua jam, sedangkan kelas 4 hingga 6 selama tiga jam.

BACA JUGA : PPKM Darurat, Disdik Sumenep Keluarkan SE Baru PTM Tahun Ajaran Baru

“Memang dari sisi efektivitas belajar belum maksimal tapi setidaknya bisa membawa roh sekolah. Bagaimana rasanya pakai seragam, bagaimana ketemu guru,” tutur Samukin.(ros)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR