Kamis, Mei 26, 2022
BerandaNewsMetropolitanLestari Moerdijat: PTM 100 Persen Harus Kedepankan Kebersihan dan Kesehatan

Lestari Moerdijat: PTM 100 Persen Harus Kedepankan Kebersihan dan Kesehatan

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen harus mempertimbangkan ancaman penularan penyakit selain Covid-19. Selain itu juga harus memperhatikan aspek kebersihan lingkungan sekolah dan kesehatan siswa secara luas dalam proses belajar mengajar.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Dengan level PPKM di banyak daerah yang semakin rendah, penyelenggaraan PTM 100% di berbagai daerahpun sudah diterapkan. Munculnya indikasi kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan dalam penerapan PTM 100%,” kata politisi perempuan yang kerap disapa Rerie itu kepada Wartawan, Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri (Mendikbudristek, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri) telah mengatur tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Disamping itu juga turut mengatur pembelajaran tatap muka atau PTM 100%.

Dijelaskan pula, SKB tersebut termaktub pelaksanaan  PTM yang berdasarkan level pembatasan penyelenggaraan kegiatan masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pemerintah pusat dan capaian vaksinasi Covid-19 pendidik dan tenaga kependidikan, serta warga masyarakat lanjut usia (lansia).

Masih kata Ririe, ditambah lagi saat ini munculnya sejumlah indikasi kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di sejumlah daerah. Dia meminta penyelenggaraan PTM 100% harus mempertimbangkan faktor kesehatan secara luas.

“Sejumlah faktor pendukung untuk memastikan keamanan para pendidik dan peserta didik dari penularan sejumlah penyakit saat PTM 100%, harus menjadi perhatian serius,” kata Ririe.

Selain itu, lanjut Ririe pemerintah juga harus melakukan  sosialisasi masif untuk membiasakan masyarakat, pendidik dan peserta didik dalam  hidup bersih dan sehat dengan dilaksanakan harus  konsisten.

“Upaya pencegahan penularan sejumlah penyakit dilakukan dengan cara  membudayakan kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat,  dan harus menjadi program nasional untuk mencegah berulangnya penyebaran sejumlah penyakit di tanah air,” jelas anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengungkapkan, munculnya indikasi penyebaran penyakit pasca pandemi Covid-19, harus menjadi bahan evaluasi terhadap sejumlah upaya pemerintah dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat selama ini.

Dia berharap, Pemerintah dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak dini. Serta harus  dilakukan secara masif dan konsisten lewat sosialisasi kebiasaan hidup sehat dan program pemantauan kesehatan dan tambahan gizi sejak balita.

“Contohnya, menghidupkan kembali berbagai kegiatan pos layanan terpadu (Posyandu) di setiap RW dan desa untuk memantau kesehatan setiap balita. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat kembali sejumlah faktor pendukung untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,’’ pungkasnya (sir/wan)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Bamsoet Apresiasi Kemudahan UMKM Peroleh Sertifikasi Halal

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Yayasan Al Muttaqien Care yang telah mempermudah pendataan dan verifikasi 10 juta UMKM...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily