Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsMetropolitanIni Daftar 15 Provinsi di RI yang Terjangkit PMK

Ini Daftar 15 Provinsi di RI yang Terjangkit PMK

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali terjadi lagi di Indonesia, setelah sejak 1990 negara ini dinyatakan bebas penyakit ternak tersebut. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan berdasarkan laporan hingga 17 Mei 2022, PMK telah menyebar ke 15 Provinsi dan 52 Kabupaten/Kota.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Dari total populasi ternak di 15 Provinsi itu 13,8 juta ekor, ternak yang terdampak 3,9 juta ekor dan mengalami sakit berdasarkan hasil Swab PCR di laboratorium ada 13.000 ternak atau 0,36% dari populasi ternak yang terdampak,” jelas Syahrul dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (23/5/2022).

BACA JUGA: Tips dan Cara Aman Simpan Daging untuk Cegah PMK

Berdasarkan paparan yang disampaikan, ke 15 provinsi itu adalah Aceh, Bangka Belitung, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Syahrul juga melaporkan, dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementan, lembaga, dan pemerintah daerah, baru ada 2.630 ternak yang dinyatakan sembuh. “Atau 18,83% dari ternak sakit, dan yang mati 99 ekor atau 0,71% dari ternak yang sakit,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan ada tiga agenda untuk menekan penyebaran PMK dan penyembuhan terhadap ternak yang terkonfirmasi. Pertama, SOS atau agenda darurat. Upaya ini diantaranya melakukan lockdown di zona atau wilayah yang terdeteksi PMK dengan radius 3-5 km.

Kemudian, menutup pengeluaran-pemasukan ternak dari dan ke Pulau Jawa, membentuk gugus tugas, menyiapkan vaksin dan obat-obatan, memberikan multivitamin. Hingga melakukan pembatasan lalu lintas ternak antar wilayah.

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Jokowi Hadiri KTT G7, Bakal Bicara Gawatnya Krisis Pangan & Energi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Jerman pada Minggu (26/6) sekitar pukul 18.40 waktu setempat. Rencananya, Jokowi akan mengikuti...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali terjadi lagi di Indonesia, setelah sejak 1990 negara ini dinyatakan bebas penyakit ternak tersebut. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan berdasarkan laporan hingga 17 Mei 2022, PMK telah menyebar ke 15 Provinsi dan 52 Kabupaten/Kota.

"Dari total populasi ternak di 15 Provinsi itu 13,8 juta ekor, ternak yang terdampak 3,9 juta ekor dan mengalami sakit berdasarkan hasil Swab PCR di laboratorium ada 13.000 ternak atau 0,36% dari populasi ternak yang terdampak," jelas Syahrul dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (23/5/2022).

BACA JUGA: Tips dan Cara Aman Simpan Daging untuk Cegah PMK

Berdasarkan paparan yang disampaikan, ke 15 provinsi itu adalah Aceh, Bangka Belitung, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Syahrul juga melaporkan, dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementan, lembaga, dan pemerintah daerah, baru ada 2.630 ternak yang dinyatakan sembuh. "Atau 18,83% dari ternak sakit, dan yang mati 99 ekor atau 0,71% dari ternak yang sakit," lanjutnya.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan ada tiga agenda untuk menekan penyebaran PMK dan penyembuhan terhadap ternak yang terkonfirmasi. Pertama, SOS atau agenda darurat. Upaya ini diantaranya melakukan lockdown di zona atau wilayah yang terdeteksi PMK dengan radius 3-5 km.

Kemudian, menutup pengeluaran-pemasukan ternak dari dan ke Pulau Jawa, membentuk gugus tugas, menyiapkan vaksin dan obat-obatan, memberikan multivitamin. Hingga melakukan pembatasan lalu lintas ternak antar wilayah.

BACA JUGA: Pemkot Pasuruan Terus Lakukan Monitoring Virus PMK

Agenda kedua, temporary untuk mengadakan vaksin, vaksinasi darurat, dan pembatasan lalu lintas hewan dan produk hewan.

"Kemudian agenda permanen, pembuatan vaksin oleh Pusvetma Kementan di Surabaya dan vaksinasi massal dan surveillance secara rutin yang harus dilakukan," pungkasnya.(eky)