Menkeu Sebut Sering Hadapi Pilihan Sulit Dalam Masa Pandemi

  • Whatsapp
pilihan pandemi
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menceritakan, bagaimana sulitnya menentukan sebuah kebijakan saat pandemi Covid-19. Dia menuturkan, kerap kali dihadapkan dengan pilihan yang sama sekali tak menguntungkan dan tidak mudah. Namun, hal itu harus diambil sebagai sebuah keputusan.

“Kita sering dihadapkan pada memilih kedua pilihan, begitu penting dan kita seharusnya tidak memilih salah satunya,” ucap Sri Mulyani saat sambutan acara Ikatan Widyaiswara Indonesia, secara virtual, Rabu 16 September 2020.

Baca Juga

Menurutnya, hal ini tidak seperti cerita fiksi yang ada di film, yang semuanya bisa dijalani dengan mudah. Tapi dalam realita perumus kebijakan, kata Sri Mulyani, sering dihadapkan dengan berbagai pilihan sulit.

Terkadang ia dihadapkan dengan pilihan, yang sama-sama memberikan implikasi keburukan. Namun menurutnya, hal itu harus diambil berdasarkan pertimbangan konsekuensi paling terkecil untuk ke depannya.

“Secara etika, kita akan susah. Kalau dalam pribahasa ditanyakan memilih satu, ibu yang disacrifice dan memilih dua, bapaknya yang disacrifice (Dikorbankan), tapi itu nyata terjadi,” ungkapnya.

Baca juga : Polemik Ijazah Cawali, Forum Masyarakat Sipil Pasuruan Tuntut Pembuktian Terbalik

Kaitannya dalam kondisi pandemi Covid-19, Sri Mulyani menjelaskan, bahwa seolah dalam menyelamatkan kondisi perekonomian, maka harus mengorbankan dari segi kesehatan. Namun kebalikannya, jika ingin menyelamatkan kesehatan dulu maka perekonomian dikorbankan.

Namun menurutnya, hal itu tidak bisa dilakukan. Sri Mulyani menuturkan, keduanya mempunyai peran penting yang menyangkut jiwa manusia.

“Yang satu mengancam manusia lewat penyakit. Yang satu mengancam jiwa manusia, melalui kondisi ekonomi pendapatan mereka,” jelasnya.

Kalau dalam keadaan normal, beber Sri Mulyani, pemerintah bisa melakukan kajian lebih lanjut dalam menentukan arah kebijakan. Tapi keadaan pandemi, menurutnya, pihaknya harus memutuskan berdasarkan basis data dan informasi yang tidak sempurna.

Oleh karenanya, pemerintah dalam menjalankan kebijakan, harus memberikan ruang guna melakukan perbaikan atau evaluasi ke depan.

“Itu tantangan yang kita hadapi saat pandemi,” ujar Sri Mulyani.(Via)

Post Terkait

banner 468x60