Marzuki Alie: Pak Jokowi, Tolong Tunda Pilkada, Lupakan Tekanan Partai!

  • Whatsapp
pilkada marzuki
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Alie. (Tahta Aidilla/Republika)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JAKARTA – Desakan agar Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang ditunda, juga datang dari Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Alie.

Baca Juga

Ia menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk menunda pelaksanaan pilkada serentak yang dijadwalkan digelar pada Desember 2020. Sebab, pandemi COVID-19 di Indonesia dan dunia belum terkendali.

BACA JUGA: Epidemiolog: Pilkada Serentak 2020 Sebaiknya Ditunda!

“Yth Presiden @jokowi. Sudah banyak usulan agar pilkada ditunda. Yakinlah kekuasaan itu di tangan Allah, dan Allah yang akan memastikan menang dan kalah. Kita hanya berusaha yang baik,” kata Marzuki dikutip dari Twitter pada Minggu, 20 September 2020.

Menurut dia, Jokowi akan dikenang oleh bangsa Indonesia jika menunda pilkada serentak pada 9 Desember 2020, karena berani melindungi jiwa rakyat Indonesia dari ancaman virus Corona. Selain itu, berani melawan tekanan dari partai politik.

“Dengan ditunda, Bapak (Jokowi) akan dicatat sejarah membatalkan pilkada demi kemanusiaan, lupakan tekanan parpol,” ujarnya.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga mengusulkan agar pelaksanaan pilkada serentak 2020 ditunda demi keselamatan rakyat Indonesia. Sebab, penyelenggara pemilu juga sudah ada yang positif COVID-19, termasuk peserta bakal calon kepala daerah.

“Anggota @FPKSDPRRI kembali usulkan Pilkada ditunda. Usulan serupa juga oleh (mantan) Wapres JK (Jusuf Kalla). Anggota KPU, KPUD, cakada dan publik makin banyak jadi korban COVID-19, vaksin belum ditemukan. Hukum tertinggi keselamatan rakyat (pemilik kedaulatan) yang utama. Maka, lebih baik tunda pilkada,” kata HNW dikutip dari Twitter.

BACA JUGA: Hindari Bahaya Covid-19, PBNU: Tunda Pilkada Serentak 2020

Menurut dia, Jokowi akan dikenang oleh bangsa Indonesia jika menunda pilkada serentak pada 9 Desember 2020, karena berani melindungi jiwa rakyat Indonesia dari ancaman virus Corona. Selain itu, berani melawan tekanan dari partai politik.

“Dengan ditunda, Bapak (Jokowi) akan dicatat sejarah membatalkan pilkada demi kemanusiaan, lupakan tekanan parpol,” ujarnya.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga mengusulkan agar pelaksanaan pilkada serentak 2020 ditunda demi keselamatan rakyat Indonesia. Sebab, penyelenggara pemilu juga sudah ada yang positif COVID-19, termasuk peserta bakal calon kepala daerah.

“Anggota @FPKSDPRRI kembali usulkan Pilkada ditunda. Usulan serupa juga oleh (mantan) Wapres JK (Jusuf Kalla). Anggota KPU, KPUD, cakada dan publik makin banyak jadi korban COVID-19, vaksin belum ditemukan. Hukum tertinggi keselamatan rakyat (pemilik kedaulatan) yang utama. Maka, lebih baik tunda pilkada,” kata HNW dikutip dari Twitter.

Dua anak buah Presiden Jokowi terkonfirmasi positif virus Corona, yakni Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Namun, Budi Karya sudah sembuh dan Edhy Prabowo masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

Selain itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman dan anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris juga terjangkit. Mereka dalam pemulihan dan diisolasi. Sejumlah bakal calon kepala daerah juga dikabarkan terinfeksi virus mematikan itu.(han)

Post Terkait

banner 468x60