Lions Club Bangun Sarana Penitipan Anak bagi Kalangan Bawah, Wagub Emil Apresiasi Tinggi

  • Whatsapp
Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jatim meresmikan Griya Anak Patria yang didirikan LCSP tepat pada 40th Anniversary LCSP.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi sinergitas dan aksi nyata Lions Club Surabaya Patria (LCSP) mendirikan penitipan anak bagi masyarakat kalangan bawah.

Untuk mengapresiasi itu, Wagub Emil Elestianto Dardak, hadir meresmikan tempat penitipan Griya Anak Patria tersebut yang berlokasi di Kawasan Benowo Surabaya, Sabtu (27/2).

Peresmian tersebut juga sekaligus memperingati 40 tahun Lions Club Surabaya Patria atau 40th Anniversary LCSP.

“Adanya tempat penitipan anak merupakan kebutuhan masyarakat. Lions Club adalah sebuah organisasi sosial yang mengumpulkan kepedulian dari anggotanya, dan tentunya ini bukan hal komersial, ini adalah sosial,” kata Emil.

Keberadaan rumah penitipan anak yang dikelola secara profesional akan sangat membantu keluarga, terutama para kaum Ibu. Mereka diberikan kesempatan untuk mengembangkan relasi dan potensi.

Di momentum itu Emil juga memantau beberapa fasilitas di Griya Anak Patria Surabaya, antara lain ruang kesehatan, ruang isolasi bagi anak yang memiliki sakit ringan saat dititipkan, serta ruangan bayi untuk usia 3 bulan hingga 1 tahun.

Lalu ruangan komputer, dan ruang kelas belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan beberapa fasilitas lainnya.

“Penitipan anak ini, dibuat dengan kualitas yang baik. Dibangun dengan dedikasi, dan dihasilkan semaksimal mungkin. Tempat yang disiapkan juga bersih serta hygienis dan layak untuk tumbuh kembang anak. Kami berharap betul, agar Griya Anak Patria menjadi satu referensi yang menginspirasi, agar bagaimana membangun fasilitas serupa yang bisa memenuhi kebutuhan, guna memacu tumbuh kembang anak. Ini sangat penting,” jelas Emil.

Tidak hanya fisik pembangunan yang lengkap saja. Emil juga berharap, konten pengawasan dan pengajaran di tempat penitipan anak juga terus dikawal LCSP.

Itu agar memberikan ekosistem terbaik, terutama dalam pembelajaran anak secara kognitif.

Project Officer Griya Anak Patria Surabaya dr Adi Pramono Hendrata menjelaskan, penitipan anak ini juga dilengkapi dengan berbagai rangkaian protokol kesehatan (Proses) yang ketat.

Setiap Anak yang Dititipkan Wajib Discreening

Di antaranya setiap anak yang dititipkan, sebelumnya wajib mengikuti screening suhu, mencuci tangan dan mengenakan masker dengan baik dan benar.

Selain itu, setiap anak juga dibatasi dengan pembatas jarak yang terbuat dari mika. Termasuk mengantisipasi interaksi yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Selain itu, kami juga memasang teralis besi dan 12 titik CCTV untuk memastikan keamanan mereka,” kata Adi.

Guna memberdayakan masyarakat sekitar, LCSP juga memberikan pelatihan kepada lulusan SMA yang berdomisili di sekitar tempat penitipan anak. Harapannya, agar mereka bisa mendapatkan bekal keterampilan merawat dan mengasuh anak.

“Memang ini dikhususkan bagi masyarakat dengan golonganbawah. Namun kami berharap tempat ini dapat menjadi rumah kembang anak. Karena ditempat ini selain pendampingan fisik, kami juga memantau psikis dan kehidupan sosialnya,” imbuhnya.

Sementara itu, peresmian tersebut tidak dilakukan secara luring saja, tapi juga diikuti secara daring oleh International Director Juswan Tjoe dan para anggota serta undangan Lion’s Club di berbagai daerah.(ima/aka)