Ketua PA 212 Cilacap Meninggal Positif COVID-19

  • Whatsapp
syamsudin FUI
Ilustrasi Covid-19
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua Forum Umat Islam (FUI) yang juga Ketua PA 212 Kabupaten Cilacap, Syamsudin, meninggal dunia dengan status positif COVID-19. Syamsudin meninggal pada Kamis (19/11) setelah dirawat di Rumah Sakit Islam Fatimah.

Kabar meninggalnya Syamsudin disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi, Minggu (22/11).

Baca Juga

Pramesti mengungkapkan, Syamsudin memiliki riwayat perjalanan seminggu sebelum kematiannya.

BACA JUGA: Tentang Berita 20 Massa FPI Positif Corona, Ini Tanggapan KH Maman Imanulhaq

“Seminggu sebelum meninggal ada riwayat kondangan ke (Kecamatan) Maos, setelah itu mulai sakit (COVID-19),” kata Pramesti, Minggu (22/11).

Sementara itu, beredar kabar Syamsudin turut serta menjemput kepulangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta.

Saat disinggung terkait apakah almarhum memiliki perjalan ke Jakarta beberapa waktu terakhir, Pramesti mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya nggak ada informasi itu (riwayat ke Jakarta),” sebut dia.

Pramesti juga menyebut Syamsudin memiliki penyakit penyerta atau komorbid. “Ada hipertensi dan DM (Diabetes Melitus),” ungkap dia.

Terkait kabar riwayat perjalanan tersebut, Koordinator Nahi dan Mungkar FUI Cilacap, Bagdo, membantah Syamsudin ikut rombongan ke Jakarta. Bagdo mengatakan dia terakhir bertemu dengan Syamsudin saat menghadiri hajatan di Kecamatan Maos, Rabu (11/11) lalu.

“Yang jadi patokan beliau, terakhir beliau itu kondangan di Maos hari Rabu (11/11) lalu, bukan minggu ini ya. Habis pulang dari situ drop, Senin (16/11) terus saya telepon, yang angkat istrinya, lagi geletak katanya tifus kambuh, sore pas asar. Terus Rabu (18/11) masuk rumah sakit, lalu kabarnya (meninggal) Kamis dini hari,” kata Bagdo, saat dihubungi wartawan.

Bagdo juga memastikan Syamsudin tidak ikut dalam rombongan anggota laskar yang berangkat ke Jakarta menjemput Habib Rizieq.

“Dia tidak ada riwayat ke Jakarta. Tidak ada, saya pastikan tidak (tidak ke Jakarta). Kalau teman-teman banyak yang ke sana (Jakarta) rata-rata laskar dan DPW itu berangkat. Dia tidak (berangkat), dia lagi sibuk dengan kerjaannya,” ucapnya.

Terpisah, kuasa hukum FUI Cilacap, Kamto, juga menegaskan jika kabar meninggalnya Syamsudin akibat Corona setelah bepergian ke Jakarta adalah tidak benar. Pasalnya, setiap kegiatan yang berkaitan dengan FUI, dirinya selalu dilibatkan.

“Waktu itu hadir ke Jakarta, waktu acara maulid, saya mengonfirmasi pak haji (Syamsudin) tidak ikut. Waktu penjemputan Habib Rizieq juga tidak ikut, itu juga Pak Bagdo juga kan dekat (dekat dengan almarhum). Biasanya ada pak haji Syam, ada Pak Bagdo, Pak Ridho, Ustaz Muchlisin dan saya biasanya. Lah saya tidak diajak, itu beritanya tidak benar yang itu,” jelas Kamto dikutip Nusadaily.com dari detikcom.

BACA JUGA: Acaranya Timbulkan Klaster Baru COVID-19, dr Tirta: Habib Rizieq Harus di-swab

Meskipun demikian, dia membenarkan jika Syamsudin memiliki penyakit penyerta di antaranya, tifus, ginjal dan gula darah.

“Memang katanya rapid-nya itu positif, tapi ada komplikasi lain. Iya dia memang punya penyakit penyerta, itu dari riwayat dia dari yang dikasih tahu ke ustaz Muchlisin, sering curhat mungkin ya, itu ada tifus, ginjal sama gula darah,” jelasnya.(lna)

Post Terkait

banner 468x60