Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsKapal China Sitaan Negara Tenggelam di Perairan Kupang

Kapal China Sitaan Negara Tenggelam di Perairan Kupang

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – KUPANG – Sebuah kapal nelayan China, Fu Yuan Yu 831 yang disita Indonesia pada 2017 lalu akhirnya tenggelam di Perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kapal ini disita karena lagi-lagi terlibat kasus pencurian ikan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang, Mubarak, ketika dihubungi di Kupang, Jumat, membenarkan tenggelamnya kapal tersebut.

“Iya betul, kapal sitaan negara dan diamankan di sekitar Pulau Semau sejak 2017, sekitar Desember 2019 mulai kemasukan air hingga saat ini tenggelam,” katanya.

Mubarok menduga, bertonase 598 GT itu tenggelam karena kondisi plat kapal yang mengalami penipisan dan keropos sehingga air laut masuk ke dalam kapal. Kapal besi memang harus di-docking setiap tahun untuk mengganti plat kapal yang sudah keropos.

“Kemudian ditambah lagi dengan cuaca musim barat dan hujan sehingga bisa menyebabkan tenggelamnya kapal,” lanjutnya.

Sebelumnya, Mubarok menambahkan, pihak Kejaksaan Negeri Kupang berencana melelang kapal tersebut setelah proses hukum selesai dilakukan. Namun Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta agar dimanfaatkan dan rencananya dijadikan museum dan dipindahkan ke Pangandaran, Pulau Jawa.

“Namun sampai saat ini belum dipindahkan dan dimanfaatkan hingga kapal tenggelam dengan sendrinya,” katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan maupun KSOP setempat untuk melakukan evakuasi bangkai kapal tersebut.

Pada akhir November 2017, Kapal China Fu Yuan YU 831 ditangkap petugas PSDKP Kupang saat mencuti ikan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste.

Dalam penangkapan kapal yang melaut dengan bendera Timor Leste itu, petugas berhasil mengamankan kapal bersama 21 awak beserta barang bukti berupa 30 ton ikan.

Ada dua tersangka dalam kasus itu yakni nakhoda kapal, Weng Shi Yi dan kepala kamar mesin, Li Zhaofeng. Mereka telah diproses secara hukum di Pengadilan Negeri Kupang.

Berdasarkan hasil keputusan Hakim Pengadilan Negeri Kupang, kedua pelaku tidak divonis penjara melainkan denda senilai Rp100 juta dan barang bukti berupa kapal disita negara.(lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR