Kamis, Januari 27, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimParah! Satgas COVID-19 Jember Pakai Rekanan Bangunan untuk Pengadaan Sembako, Begini Jadinya

Parah! Satgas COVID-19 Jember Pakai Rekanan Bangunan untuk Pengadaan Sembako, Begini Jadinya

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – JEMBER – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penggunaan anggaran penanganan pandemi COVID-19 di Kabupaten Jember bikin kita mengernyitkan dahi. Bagaimana tidak? Satgas COVID-19 Jember justru di antaranya memakai jasa perusahaan kontruksi untuk pengadaan bahan pokok.

Hal itu diuraikan pada halaman 152 dalam dokumen hasil audit oleh BPK. Salinan dokumen diperoleh nusadaily.com melalui kesempatan paparan dari Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim pada Sabtu, 2 Januari 2021.

“Kita lakukan transparansi kepada publik karena masyarakat harus tahu. Dana COVID-19 sebanyak Rp 479,4 miliar yang dibuat Pemkab Jember merupakan yang terbesar untuk tingkat kabupaten se-Indonesia. Uang negara itu untuk misi kemanusiaan menghadapi wabah, bukan dibuat main-main,” tekannya.

Sebanyak 17 perusahaan yang ditunjuk oleh Satgas COVID-19 Jember untuk menjadi rekanan pengadaan sembako. Ternyata yang sesuai bidangnya hanya CV AU, CV Dr, CV EPM, CV JBS, CV RDKJ, dan CV Vm. Sedangkan, 11 perusahaan lainnya bergerak di bidang usaha kontruksi, yakni CV AJ, CV ZKG, CV AK, CV BJ, CV BPN, CV KPK, CV PM, CV PP, CV Srn, CV TP, dan CV ZRM.

BPK menilai, penunjukkan penyedia semacam itu menyimpang dari ketentuan dan kebutuhan, sehingga mengakibatkan mutu sembako tidak sesuai. Bahkan, dari total kontrak sebesar Rp18,3 miliar menimbulkan pemborosan keuangan negara senilai Rp1,5 miliar; kelebihan pembayaran senilai Rp630 juta; dan kekurangan pungut pajak daerah sebanyak Rp821 juta.

Terungkap dari hasil pemeriksaan, perusahaan-perusahaan tersebut ditunjuk oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) Satgas COVID-19 berdasarkan pernyataan kesanggupan menyediakan sembako tanpa verifikasi tentang bidang usaha yang digeluti. Selain itu juga tanpa mencermati performa rekanan terkait rantai pasok terpendek untuk tujuan pengadaan yang efektif dan efisien.

Auditor yang bergerak ke gudang penyimpanan milik Dinas Sosial Jember yang berada dalam Gedung Liposos mendapati sejumlah kejanggalan pada barang pengadaan berupa minyak goreng, gula, dan beras.

Gula Plastik Polos Tidak Jelas Asal Usulnya

Minyak goreng relatif bermutu baik karena dengan merk yang terdaftar uji kualitasnya. Berbeda dengan gula yang dibungkus plastik polos diyakini tidak jelas asal-usul dan mutunya. Sisa gula seberat 228 Kg dan beberapa karung di Gudang Liposos sudah dalam kondisi rusak, sampai-sampai tidak dapat diaudit rinci.

Paling krusial pada temuan beras. Penyediaan beras dari rekanan bercampur antara yang bermerk dengan tanpa merek. Rekanan hanya mau mengakui telah menyediakan beras medium merk KT, UD HsL, dan BSA serta beras premium merk KT, MT, Hp, dan RT berikut beras lokal dari penggilingan tanpa merek yang disiasati dengan bungkus plastik kresek bertuliskan BTT COVID-19 Jember.

Penyangkalan rekanan berbeda dengan temuan auditor di Gudang Liposos yang justu terdapat sisa beras dengan merek lain. Seperti SMM, PKLS, TA, BLs, Tm BK, SM Pnl, SS, dan Cap Bnl.

Beberapa beras bermerk pun rupanya tiada mencantumkan mutunya apakah jenis premium atau medium? Ternyata, setelah ditelisik diantara beras tersebut tidak pernah terdaftar dalam pengujian mutu di UPT PSMB-LT Jember.

Merk beras yang terindikasi ilegal itu disebut antara lain bermerk SMM, PKLS, BLs, SS, dan Cap Bnl. Bahkan, ketika diambil sampel untuk diuji ke laboratorium pada beras dari yang terbungkus plastik kresek BTT COVID-19 dan PKLS hasilnya menunjukkan bukanlah kualitas premium.

Temuan lain yang telah diberitakan sebelumnya menyangkut kejanggalan, yakni dari uji petik terdapat 3.783 orang meninggal dunia dalam rentang tahun 2000 hingga Juli 2020 terdaftar sebagai penerima bantuan uang dan sembako. Jika penerima sudah mati. Lantas siapa yang tanda tangan atau membubuhkan cap jempol? (sut/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed