Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsJatimCegah Klaster Keluarga, Pasien Jemputan Tim COVID-19 Hunter Dikirim ke RS Lapangan

Cegah Klaster Keluarga, Pasien Jemputan Tim COVID-19 Hunter Dikirim ke RS Lapangan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Angka kesembuhan di RS Lapangan Indrapura (RSLI) yang tinggi dan zero mortalitas, membuat RSLI jadi tempat kiriman pasien Covid hasil jemputan Tim Covid Hunter. Jemput bola Tim Covid Hunter ini, menyusul instruksi Presiden mewaspadai klaster keluarga.

Untuk itu Forkopimda Jawa Timur mengambil langkah pro aktif untuk menjemput pasien yang positif Covid tetapi isolasi diri di rumah. Isolasi mandiri tidak disarankan karena kebutuhan gizi, sarana, dan kontrol pasien tidak terjamin.

BACA JUGA: Isolasi Mandiri Dilarang, Pasien Positif COVID-19 Dijemput Paksa ke RS

Ditambah jika tidak ada fasilitas sanitasi, ventilasi kurang, tidak ada ruangan pribadi, apalagi ada komorbid yang butuh monitor ketat.

“Kami siapkan RSLI yang dikomando Pangkogabwilhan II. Untuk Kota Malang, kita sedang siapkan isolasi atau karantina terpusat di Poltekes Malang kapasitas 306 bed,” jelas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Langkah penjemputan pasien Covid oleh Tim Covid Hunter Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya didukung sepenuhnya. Hingga 24 September 2020, terdapat 1.660 orang pasien COVID-19 yang masih menjalani isolasi mandiri di Jawa Timur.

“Kini Tim Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya terus menyisir pasien yang isolasi mandiri di rumah tak layak untuk dikarantina di RSLI demi mencegah meluasnya klaster keluarga,” ujarnya.

Ditegaskan Khofifah, pihaknya berusaha memudahkan pasien mendapat perawatan COVID-19 terbaik secara gratis di RSLI.

Per Hari ini Jumat (25/9/2020) RSLI telah mengantarkan kesembuhan 2.070 pasien COVID-19. Kiat utama RSLI adalah karantina terpusat, terbukti efektif memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Alhamdulillah, sudah 2.070 pasien sembuh, dan zero kematian.Prestasi RSLI luar biasa. Terimakasih kepada perawat, dokter, medis, paramedis, relawan dan semua pihak yang tidak kenal lelah bekerja yakni Pangkogabwilhan II, ” ujar Khofifah, Jumat pagi.

BACA JUGA: Tim COVID Hunter Polres Malang Dibentuk, Waspadalah Pelanggar Protokol Kesehatan

Metode karantina terpusat menjadi metode jitu mendongkrak angka kesembuhan tinggi.

Setiap pasien disupport penuh dengan makanan bergizi tinggi, rutin berjemur, senam dan beraktivitas bersama, bahkan hingga bisa ngopi bersama.

Upaya non medis itu meningkatkan rasa nyaman dan bahagia, sehungga imunitas naik menuju kesembuhan pasien.

“Selain itu, untuk mencegah happy hypoxia, monitoring oksigen juga dilakukan secara ketat 3-4 kali sehari. Jadi diharapkan bisa mencegah terjadinya perburukan akibat COVID-19. Alhamdullah saat ini kematiannya nol persen,” imbuh mantan Mensos RI ini.(ima/lna)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...