Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsICW: Pemberantasan Korupsi Makin Suram Jika Vonis Koruptor Dikurangi

ICW: Pemberantasan Korupsi Makin Suram Jika Vonis Koruptor Dikurangi

NUSADAILY.COM – Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai nasib pemberantasan korupsi pada masa mendatang akan makin suram jika Mahkamah Agung (MA) tetap mempertahankan tren vonis ringan terhadap pelaku kasus korupsi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Jalan Kebudayaan Pemberantasan Korupsi

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa rata-rata hukuman pelaku korupsi sepanjang 2019 hanya 2 tahun 7 bulan penjara.

“Tidak hanya itu, pemulihan kerugian negara juga sangat kecil. Jika ditotal, negara telah rugi akibat praktik korupsi sepanjang tahun 2019 sebesar Rp12 triliun. Akan tetapi, pidana tambahan berupa uang pengganti yang dijatuhkan majelis hakim hanya Rp750 miliar. Sepuluh persennya saja tidak dapat,” tuturnya.

Selain itu, kata Kurnia, dari total 1.125 terdakwa kasus korupsi yang disidangkan pada tahun 2019, sekitar 842 orang divonis ringan (0—4 tahun), sedangkan vonis berat hanya sembilan orang (di atas 10 tahun).

“Belum lagi vonis bebas atau lepas yang berjumlah 54 orang,” ungkap Kurnia.

Ia pun menyatakan putusan hakim yang kerap kali ringan terhadap pelaku korupsi memiliki implikasi serius.

Pertama, menegasikan nilai keadilan bagi masyarakat sebagai pihak terdampak korupsi.

Kedua, lanjut dia, melululantahkkan kerja keras penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, dan KPK) yang telah bersusah payah membongkar praktik korupsi.

“Ketiga, menjauhkan pemberian efek jera baik bagi terdakwa maupun masyarakat,” ujar Kurnia.

Kerinduan Terhadap Sosok Artidjo Alkostar

Terkait dengan hal tersebut, ICW pun lantas menyinggung ketiadaan sosok Artidjo Alkostar di MA yang telah purnatugas sebagai hakim agung.

BACA JUGA: Di Umur 60 Tahun, PMII Serukan Pemberantasan Korupsi dan Anti Diskriminasi

“Dalam kondisi peradilan yang makin tak berpihak pada pemberantasan korupsi, memang harus diakui bahwa masyarakat merindukan adanya sosok seperti Artidjo Alkostar lagi di Mahkamah Agung,” katanya.

Sebelumnya, KPK telah membeberkan daftar 20 koruptor yang menerima pengurangan hukuman dari MA melalui putusan peninjauan kembali (PK) sepanjang 2019—2020.

KPK pun menyatakan bahwa pengurangan masa hukuman para terpidana korupsi berdasarkan putusan PK yang diputuskan oleh MA dapat memperparah korupsi di Indonesia. (Ian)

BERITA KHUSUS

Enam Poktan Tembakau Situbondo Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Daftarnya

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Enam kelompok tani (Poktan) tembakau di Kabupaten Situbondo bakal mendapat bantuan kendaraan roda tiga. Bantuan itu berasal dari Dinas Pertanian...

BERITA TERBARU

DKI Jakarta Bakal Anggarkan Pengadaan Mobil Listrik di Tahun 2023

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sekda DKI Jakarta Marullah Matali mengatakan pihaknya berencana menganggarkan pengadaan mobil listrik untuk kegiatan dinas pada 2023. "Nanti tentu kita akan sampaikan di...