Hendy Anggap Tugas Bupati Jember Gampang Tanpa Perlu Tim Transisi

  • Whatsapp
Hendy Siswanto dan KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih. (nusadaily.com/sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Jeda waktu sekitar dua bulan sejak dipastikan memenangi Pilkada tidak dipakai oleh Hendy Siswanto untuk membuat persiapan serius lewat tim transisi sebelum benar-benar resmi menjadi Bupati Jember.

Baca Juga

Pria berlatar belakang pengusaha itu menyatakan, enggan membentuk tim transisi untuk mengisi tenggat masa peralihan kekuasaan seperti lazimnya yang dilakukan oleh kebanyakan kepala daerah terpilih.

“Saya tidak punya tim transisi. Kalau teman-teman mau ngumpul, ngumpul saja,” ucap Hendy usai diskusi dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak secara virtual di Universitas Jember Minggu, 14 Pebruari 2021.

Bagi Hendy, tampaknya persiapan terlalu formal tidak terlalu diperlukan. Sebab, menjalani tugas sebagai bupati dirasa bukanlah perkara sulit. “Gampang kok gini tidak usah ribet,” tukas dia.

Pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu, Hendy bersama Cawabup KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman terpilih usai perolehan suaranya mengungguli calon petahana Faida yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto maupun duet kandidat Abdus Salam dan Ifan Ariadna Wijaya.

Berdasarkan pengumuman dari Gubernur Jawa Timur serta Menteri Dalam Negeri, rencanya Hendy akan mulai resmi menggantikan peran Faida yang akan berakhir masa jabatannya hingga tanggal 17 Pebruari 2021.

Tim Transisi Bukan Kebutuhan Krusial

Tim transisi dianggap bukan kebutuhan krusial. Namun, Hendy mengaku persiapannya dalam bentuk lain guna menghadapi pembahasan APBD 2021. Selain itu, juga diselingi dengan gayanya sendiri seperti menghadiri diskusi, berkunjung ke pasar, maupun mendatangi sejumlah intansi dan kementerian.

Bahkan, di sisi lain Hendy lebih dulu mempersiapkan baju seragam dinas bupati untuk acara pelantikan. Menggunakan kocek pribadinya, ia keluarkan untuk membeli kain dan membayar tukang jahitnya.

“Sudah jadi (seragam dijahit sendiri). Saya tidak terlalu ribet dengan hal itu. Mau disini ada acara seremonial kayak apa, ada atau enggak ada, saya tidak terlalu peduli. Begitu surat definitif, kami langsung jalan. Persiapan banyak untuk APBD mulai KUA PPAS, personil. Saya juga ke Pasar Jaya, bertemu Menteri Pertanian, BPK, BPKP untuk koordinasi,” Hendy bercerita.

Adapun tentang persoalan birokrasi mutasi pejabat yang masih memanas di lingkungan Pemkab Jember, dia enggan mengomentarinya lebih jauh. Menurutnya, problem yang terjadi sekarang masih menjadi tanggung jawab Faida sampai masa tugas habis.

“Saya belum tahu kondisinya, diatur yang menjabat sekarang ini. Pasti dong, nanti (pembenahan birokrasi) kita tata lagi,” pungkas Hendy (sut/aka)