Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsGus Yahya: Agama Harus Jadi Landasan Memecahkan Masalah

Gus Yahya: Agama Harus Jadi Landasan Memecahkan Masalah

NUSADAILY.COM- JAKARTA – KH Yahya Cholil Staquf dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Agama-agama Ibrahim di Vatikan, Selasa-Jumat, 14-17 Januari 2020. Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu adalah salah satu dari enam tokoh wakil dunia Islam yang diundang untuk memberikan kontribusi pemikiran tentang gerakan bersama untuk perdamaian dunia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Sebenarnya, ini undangan kedua ke Vatikan sejak saya bertemu Paus bulan September tahun lalu. Bulan Oktober tahun lalu saya juga diundang ke Vatikan untuk mengikuti konvensi tentang euthanasia, tapi saya berhalangan hadir karena terikat tugas di tanah air. Kali ini saya harus hadir karena agendanya luar biasa penting,” kata Gus Yahya, sapaan akrab Katib Aam PBNU ini, Senin 13 Januari 2020.

Menurut Gus Yahya, pertemuan kali ini diinisiasi oleh “Multi-Faith Neighbours Network” (Jaringan Tetangga Antaragama), yakni sebuah organisasi Amerika yang diawaki oleh Imam Mohamed Magid, yang merupakan Imam Eksekutif All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Center (Pusat Komunitas Muslim Wilayah Dulles) di Sterling, Virginia, AS. Selain itu, ada Pastor Bob Roberts, pendiri Gereja Northwood di Keller, Texas, AS; dan Rabbi David Saperstein, Presiden World Union for Progressive Judaism (Perserikatan Yahudi Progresif Seluruh Dunia).

“Tokoh-tokoh dari tiga agama Ibrahim (Islam, Kristen, dan Yahudi) akan bertemu dan bermusyawarah mulai Selasa, 14 Januari 2020, sampai dengan Jumat, 17 Januari 2020, untuk membangun gerakan bersama bagi perdamaian,” ujar Gus Yahya, yang juga Duta Gerakan Pemuda Ansor untuk Dunia Islam.

Disebutkan, masing-masing agama akan diwakili enam orang tokoh. Dari kalangan Islam, selain KH Yahya Cholil Staquf, akan hadir Syaikh Abdul Karim Khasawneh, Grand Mufti Yordania; Syaikh Abdullah Bin Bayah dari Dewan Fatwa Uni Emirat Arab; Sayyed Yousif Al Khoei, Direktur Pusat Studi Akademik Syiah di Inggris; Imam Hassan Qazwini dari Institut Islam Amerika di Michigan; dan Dr Ingrid Mattson, profesor dari University of Western Ontario, Kanada.

Sedangkan kalangan Kristen, lanjut Gus Yahya, diwakili antara lain Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, Presiden Pontifical Council for Interreligious Dialogue (Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama) dan Prof Dr Thomas K. Johnson, Duta Besar World Evangelical Alliance untuk Vatikan dan untuk Humanitarian Islam. Sedangkan Kalangan Yahudi diwakili Chief Rabbi David Rosen, Direktur Internasional untuk Masalah-masalah Agama dari American Jewish Committee beserta sejumlah Rabbi senior dari Amerika, Italia, dan lain-lain.

Penyelenggara menyatakan bahwa partisipasi Gus Yahya dalam Pertemuan Tingkat Tinggi ini mutlak diperlukan. Dalam surat undangannya kepada Gus Yahya, Pastor Bob Roberts atas nama Multi-Faith Neighbours Network mengatakan, “Your global leadership of humanitarian, compassionate Islam and your commitment to practical action would greatly enrich the AFI and its global implementation and impact.” (Kepemimpinan Anda yang mendunia dalam Humanitarian Islam dan kegigihan Anda untuk mewujudkan tindakan-tindakan nyata akan sangat memperkaya Abrahamic Faiths Initiative serta implementasi dan dampak globalnya).

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Ditanya soal Raffi Ahmad Jika Beneran Selingkuh, Ini Jawaban Nagita Slavina

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Raffi Ahmad kembali menjadi pembicaraan hangat karena isu perselingkuhan dengan salah seorang karyawan RANS Entertainment, Mimi Bayuh. Keduanya tertangkap kamera...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily