Epidemiolog: Pilkada Serentak 2020 Sebaiknya Ditunda!

  • Whatsapp
pilkada 2020
Ilustrasi, Pilkada serentak 2020. (Foto: Net)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menilai, pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020,sebaiknya ditunda dengan mempertimbangkan situasi pandemi yang kian memprihatinkan. Pelaksanaan pilkada dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru, terlebih sejumlah pejabat KPU pusat terkonfirmasi positif.

Baca Juga

“Idealnya tuh ditunda yah karena secara data epidemologis kita tidak dalam posisi aman dalam melakukan Pilkada dalam prevalensi yang tinggi seperti saat ini di mana tes positivity rate Indonesia selalu di atas 15 persen yang artinya tiga kali lipat lebih dari yang disarankan WHO,” kata Dicky, Minggu (20/9/2020).

Menurut Dicky, kondisi Indonesia berbeda dengan negara-negara lain seperti Sri Lanka, Korea Selatan yang juga melaksanakan pilkada di tengah pandemi. Kedua negara tersebut tidak menunjukkan angka yang mengkhawatirkan seperti Indonesia.

BACA JUGA: Elemen Masyarakat Desak KPU dan Pemerintah Tunda Pilkada 2020, Berpotensi Melanggar HAM

“Mereka itu kondisinya terkendali di mana tes positivity rate-nya di bawah 5 persen, layanan kesehatannya jauh lebih baik dari Indonesia, jadi saran saya ditunda,” bebernya.

Lebih jauh Dicky mengungkapkan, jika pilkada tetap harus dilaksanakan jangan sampai justru mengabaikan protokol seperti menggelar kampanye kumpul-kumpul.

BACA JUGA: Presiden: Masker Wujud Disiplin Nasional

“Untuk meminimalisirnya jika dipaksakan ada, ya harus tidak ada yang namanya melibatkan kegiatan orang berkumpul, penggalangan masa, samapai ke tipe dari pencoblosannya juga dilakukan di rumah-rumah didatangi, dan strategi lainnya menurut kearifan lokal masing-masing,” tandasnya. (han)

Post Terkait

banner 468x60