Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsEkonomiBUMN Sepakat Belanja di Bawah Rp 14 Miliar untuk Produk UMKM

BUMN Sepakat Belanja di Bawah Rp 14 Miliar untuk Produk UMKM

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kementerian BUMN) baru menyepakati agar belanja BUMN di bawah Rp 14 miliar, dipakai untuk membeli produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Walaupun untuk saat ini, baru untuk sembilan BUMN dan secara gradual akan terus ditambah, sampai semua BUMN harus menyerap produk UMKM,” kata Teten pada pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2020 seri I secara virtual, Jumat 28 Agustus 2020.

Dia mengatakan, tujuan hal itu untuk mendorong geliat usaha UMKM, agar terus bertumbuh di masa pandemi Covid-19 dan mempercepat proses transformasi digital dari produk-produk UMKM.

Teten menuturkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, juga menginstruksikan ke jajarannya, agar dana total sebesar Rp 321 triliun yang terdapat di kementerian dan lembaga, dapat disalurkan untuk belanja produk UMKM.

“Untuk memudahkan penyelenggaraan jasa dan belanja produk UMKM, kami sudah kerjasama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah), untuk buat laman khusus produk UMKM di e-catalog LKPP,” ujarnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan stimulus bagi UMKM yang telah beralih ke digital, dengan memanfaatkan market place atau toko digital, berupa subsidi UMKM. Ia berharap nantinya, stimulus tersebut akan mendorong percepatan transformasi UMKM ke digital.

“Kami juga menyiapkan gerakan belanja buatan Indonesia dan sedang disiapkan satu stimulus, yaitu subsidi UMKM yang on boarding di market place digital. Diharapkan ada pertumbuhan UMKM di pasar online,” bebernya.

Sedangkan, untuk memudahkan UMKM Ultra Mikro ke akses pembiayaan, dia. menuturkan, pemerintah meluncurkan Bantuan Presiden atau Banpres Produktif Usaha Mikro, untuk 12 juta pelaku usaha dengan dana hibah senilai Rp 2,4 juta.

Program itu dia harapkan selain membantu usaha mikro yang tergerus modalnya untuk konsumsi, juga semua usaha UKM terhubung dengan lembaga pembiayaan terintegrasi, dengan sistem keuangan inklusif ke depannya.(via/lna)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Ngeri! Ini Cerita Penumpang Bus Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ayi, salah satu penumpang bus Laju Prima yang diduga sebagai pemicu kecelakaan beruntun di Tol Cipularang menceritakan detik-detik peristiwa...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kementerian BUMN) baru menyepakati agar belanja BUMN di bawah Rp 14 miliar, dipakai untuk membeli produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Walaupun untuk saat ini, baru untuk sembilan BUMN dan secara gradual akan terus ditambah, sampai semua BUMN harus menyerap produk UMKM," kata Teten pada pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2020 seri I secara virtual, Jumat 28 Agustus 2020.

Dia mengatakan, tujuan hal itu untuk mendorong geliat usaha UMKM, agar terus bertumbuh di masa pandemi Covid-19 dan mempercepat proses transformasi digital dari produk-produk UMKM.

Teten menuturkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, juga menginstruksikan ke jajarannya, agar dana total sebesar Rp 321 triliun yang terdapat di kementerian dan lembaga, dapat disalurkan untuk belanja produk UMKM.

"Untuk memudahkan penyelenggaraan jasa dan belanja produk UMKM, kami sudah kerjasama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah), untuk buat laman khusus produk UMKM di e-catalog LKPP," ujarnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan stimulus bagi UMKM yang telah beralih ke digital, dengan memanfaatkan market place atau toko digital, berupa subsidi UMKM. Ia berharap nantinya, stimulus tersebut akan mendorong percepatan transformasi UMKM ke digital.

"Kami juga menyiapkan gerakan belanja buatan Indonesia dan sedang disiapkan satu stimulus, yaitu subsidi UMKM yang on boarding di market place digital. Diharapkan ada pertumbuhan UMKM di pasar online," bebernya.

Sedangkan, untuk memudahkan UMKM Ultra Mikro ke akses pembiayaan, dia. menuturkan, pemerintah meluncurkan Bantuan Presiden atau Banpres Produktif Usaha Mikro, untuk 12 juta pelaku usaha dengan dana hibah senilai Rp 2,4 juta.

Program itu dia harapkan selain membantu usaha mikro yang tergerus modalnya untuk konsumsi, juga semua usaha UKM terhubung dengan lembaga pembiayaan terintegrasi, dengan sistem keuangan inklusif ke depannya.(via/lna)