Jumat, September 24, 2021
BerandaNewsAkui Salah, Ketua PCNU Jember Bakal Minta Maaf Soal Pesta Nikah Anaknya

Akui Salah, Ketua PCNU Jember Bakal Minta Maaf Soal Pesta Nikah Anaknya

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember KH Abdullah Syamsul Arifin alias Gus Aab berencana menyampaikan permintaan maaf akibat menggelar pesta pernikahan untuk anak perempuannya.

Hal itu diutarakan oleh Taufik Hidayat selaku juru bicara dari Gus Aab. Taufik adalah Ketua Panitia selaku penanggung jawab pesta pernikahan, sehingga menyampaikan pernyataan ke media.

“Kami menyesali sudah salah. Kami mengakui dan segera menyampaikan permintaan maaf,” ucapnya, Jum’at, 30 Juli 2021.

Taufik mengaku, dirinya baru saja selesai menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jember. Kendati belum membeberkan tentang sanksi yang bakal dijalani, yakni apakah hukuman kurungan atau denda.

Ia hanya bersedia menceritakan ikhwal pesta pernikahan. Diakui, acaranya memang selain untuk keluarga juga mengundang beragam kalangan.

Puluhan orang jumlah tamu yang hadir dalam pesta yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum juga kediaman Gus Aab di Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari pada Rabu, tanggal 28 Juli 2021.

“Tamunya kalau tidak salah sekitar 70 sampai 80 orang,” kata pria berlatar belakang guru yang memang menjadi teman karib Gus Aab selama ini.

Taufik lantas berdalih, tidak menyangka bakal berurusan dengan aparat penegak hukum dan bahkan menjadi sorotan publik. Perkiraannya semula, PPKM berakhir tanggal 28 Juli. Ternyata, pemerintah membuat masa perpanjangan sampai tanggal 2 Agustus.

“Sudah beberapa kali ditunda mulai tanggal 11 Juli dan tanggal 22 Juli. Sehingga, harus jadi tanggal 28 Juli. Kita adakan saja. Tidak ada resepsi, hanya sholawatan terbatas 70 sampai 80 orang,” sergahnya.

Lewat hasil jepretan foto serta video acara pesta pernikahan anak Gus Aab tampak dihadiri Bupati Lumajang Thoriqul Haq, mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur Habib Haidar, mantan pejabat Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember Hamid Pujiono dan banyak lagi tokoh publik lain termasuk pengurus NU.

Bupati Jember juga Ketua Satgas COVID-19, Hendy Siswanto menyesalkan karena justru kejadian dilakukan oleh tokoh publik yang menjadi panutan masyarakat. Seharusnya, acara pernikahan tetap digelar terbatas tanpa mengundang banyak orang untuk berkumpul dalam satu tempat.

Acara Pernikahan Sepertinya Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan

“Acara pernikahan di Pondok Pesantren Darul Ulum sepertinya tidak mematuhi protokol kesehatan. Sekarang sedang diproses,” tuturnya kepada wartawan.

Dia menjelaskan, Jember kategori PPKM Level 4 berdasarkan Intruksi Mendagri Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin menyampaikan, penyelidikan kejadian pesta nikah dengan mengundang banyak orang tetap diproses secara hukum tanpa pandang bulu. “Kita tindak,” tegas dia.

Sedangkan, Kapolsek Bangsalsari, AKP I Putu Adi Kusuma mengungkapkan, sebelumnya sudah mendapat pernyataan dari keluarga Gus Aab bahwa acara akad nikah tanpa disertai pesta maupun tidak mengundang banyak orang.

Namun, tetap saja acaranya berlangsung dalam bentuk hajatan yang didatangi oleh banyak tamu dari berbagai kalangan. Kejadian itu disesalkan karena, selama masa PPKM dilarang.

“Kami sudah kesana bersama Babinsa dan Babinkamtimas untuk memberi teguran. Kemudian mereka sudah berjanji untuk tidak ada pesta,” bebernya. (sut/aka)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Berantas Rokok Ilegal, Pemkab Sidoarjo Gandeng Bea Cukai Sosialisasikan Manfaat DBHCT

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) sebagai salah satu pendapatan negara yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, misalnya dalam bidang...