Minggu, September 25, 2022
BerandaMuktamar 34 NUGus Yahya Ketua PBNU, Bamsoet Optimis NU Kian Solid dan Besar

Gus Yahya Ketua PBNU, Bamsoet Optimis NU Kian Solid dan Besar

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU. Dia juga mengapresiasi berbagai pengabdian KH Said Aqil Siroj yang telah memimpin PBNU selama 10 tahun (2010-2015 dan 2015-2020). Ditangan para kyai tersebut, PBNU terus menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menghadirkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menurut dia,  NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan, sebagaimana diwariskan pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian dari Iman. 

“NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan),” ujar politisi yang akrab disapa  Bamsoet di Bali, Jumat (24/12/2021).

Dia juga meyakini, jika Gus Yahya  akan mampu memimpin NU, karena menurutnya rekam jejak Gus Yahya tidak perlu diragukan lagi.

Bamsoet  juga menyebut, dalam kenegaraan, Gus Yahya  pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), oleh sebab itu ia menilai, Gus Yahya  sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur.

Bahkan, kata Bamsoet, Gus Yahya pernah juga menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019. 

“Dengan berbagai pengalaman dan sepak terjang yang telah dimilikinya, baik dalam hal dakwah, organisasi, hingga kenegaraan, dibawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf, NU diyakini akan semakin solid dan besar,” jelas Bamsoet.

Dikatakan pula, di tengah situasi dunia yang masih dihantui terorisme, NU telah menjadi benteng pertahanan dunia karena selalu dengan tegas menolak terorisme disamakan dengan jihad. 

Selain itu, kata Bamsoet NU senantiasa melawan tindakan teror yang dijalankan atas nama agama apapun dan oleh organisasi apapun. NU tidak pernah memberikan ruang bagi paham radikal, sekaligus selalu memberikan pencerahan kepada umat bahwa tindakan teror tidak dibenarkan atas nama agama.

“Salah satu tantangan terbesar lainnya yang harus dijawab NU adalah bagaimana menggaet kalangan muda dan urban perkotaan. Sehingga basis NU tidak hanya hadir di berbagai desa, melainkan juga bisa menembus hingga jantung perkotaan,” pungkas Bamsoet. (sir/wan)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Duh! Ferdi Anak Sule Unfollow Nathalie Holscher: Sedih Karena Sayangya Minta Ampun

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Nathalie Holscher dan putra ketiga Sule punya kedekatan yang beda dengan kakaknya. Namun, tiba-tiba saja si bungsu buah hati Sule...