Pemerintah Musnahkan Bibit dan Impor Ayam, Johan Rosihan: Kebijakan Aneh!

  • Whatsapp
banner 468x60


NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kebijakan pemerintah memusnahkan bibit ayam dan memilih impor ayam dari Brazil menurut Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS H Johan Rosihan S tindakan yang aneh.

Dia menilai, kebijakan tersebut bersifat ironi dan bertolak belakang. Pasalnya, menurut pria yang akrab disapa Johan itu importasi ayam akan berakibat industri ayam lokal dan pakan ternak dalam negeri akan kolaps.

” Ini kan, aneh ! Bibit ayam dimusnahkan, malah mau impor dari Brazil,” kata Johan kepada Nusadaily.com dalam keterangan tertulisnya Jumat 30 April 2021.

Oleh sebab itu, politisi asal pulau Sumbawa ini kembali menegaskan agar Kementerian Pertanian (Kementan) tidak boleh terlibat memangkas jumlah produksi ayam dengan cara pemusnahan bibit ayam.

karena hal tersebut, tambah Johan bertentangan dengan regulasi atau ketentuan tentang pemusnahan unggas.

“Regulasi yang mengatur pemusnahan unggas dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai tindakan karantina hewan untuk mencegah dan memberantas penularan penyakit hewan. Atau pemusnahan unggas bisa dilakukan jika terjadi pelanggaran terhadap standar mutu DOC-PS, tetapi jika tujuan pemusnahan hanya untuk stabilkan harga maka Kementan tidak boleh terlibat,” tegas Johan.

Legislator PKS Dapil I NTB ini juga menyayangkan apa yang telah dilakukan Kementan dengan memangkas sekitar 20,5 juta ekor DOC final stock. Dan bahkan rencananya akan bakal memusnahkan lagi sebanyak 288 juta DOC dalam tahun ini.

Sehingga, Johan menduga adanya kartel pemusnahan bibit ayam atau parent stock yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah.

Tidak Boleh Terlibat Praktik Kartel

” Pemerintah tidak boleh terlibat dalam praktik kartel dan tidak menjadi fasilitator kartel. Serta tidak boleh mengeluarkan regulasi yang mendukung kartel,” tegas Johan.

Secara umum, terang Johan harga daging ayam di semua provinsi tahun ini relatif stabil. Seharusnya pemerintah memprioritaskan perbaikan tata kelola perunggasan nasional dan mesti berusaha menghentikan masuknya ayam impor.

Ia berharap, jika pemerintah ingin menstabilkan harga ayam di pasaran karena over supply. Maka pemerintah harus mendukung persaingan antar pelaku usaha atau produsen sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Di samping itu pemerintah perlu memperkuat industry pakan lokal. Karena hal itu sangat berpengaruh terhadap harga daging ayam. Saya mohon tolong selamatkan peternakan ayam lokal dari serbuan ayam impor,” ujar Johan.

Terakhir, Johan mengusulkan kementan untuk membuat roadmap strategi untuk mengatasi over suplai yang selalu terjadi bettahun – tahun.

“Perlu pembagian kewenangan yang jelas dalam pembagian pengawasan dan pembinaan bisnis ayam ini. Termasuk urusan pembibitan, produksi pakan dan pembinaan peternak rakyat,” pungkas Johan.(sir/aka)