Organda Harap Pemerintah Beri Stimulus Kepada Pengusaha Transportasi

  • Whatsapp
Ilustrasi: Sejumlah penumpang melintasi area parkir bus di Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/1/2021). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah penumpang Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Jatijajar menurun hingga 29,2 persen, yaitu dari sebanyak 311 penumpang per hari menjadi 220 penumpang per hari. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Organisasi Angkutan Darat (Organda) berharap pemerintah memberikan stimulus kepada pengusaha sektor transportasi yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organda, Ateng Aryono mengatakan pemberian stimulus diyakini akan mampu mengurangi beban operasional pengusaha dan tenaga kerja di bidang transportasi.

Baca Juga

BACA JUGA : Selama 12 Hari Moda Transportasi di Kalteng Dihentikan – Nusadaily.com

“Kami berharap ada suatu stimulus-stimulus terhadap seluruh beban biaya yang ada di kepengusahaan angkutan, supaya kami bisa bertahan dalam kondisi seperti ini,” kata Ateng ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Selain PPKM Mikro, Ateng mengatakan larangan bepergian dan mudik, maupun pembatasan-pembatasan lain terkait penanganan COVID-19 berdampak pada turunnya jumlah penumpang, khususnya transportasi publik.

BACA JUGA : Melihat Pekerja Transportasi Sikapi Larangan Mudik Lebaran – Noktahmerah.com

Sementara, kata dia, pengusaha atau operator transportasi tetap mengeluarkan biaya-biaya operasional. Hal inilah yang dianggap membebani pengusaha transportasi, jika pemerintah tidak memberikan stimulus.

“Biaya modal yang harus dikeluarkan, cicilan, sampai gaji karyawan inilah yang harus dipikirkan. Misalnya dengan stimulus pembebasan biaya pajak STNK, pemerintah juga bisa membantu meringankan utang dengan memperpanjang tenor cicilan atau menurunkan bunga bank,” katanya.

BACA JUGA : Pemprov Jatim Tindaklanjuti Aturan Kemenhub Kendalikan Transportasi Mudik – Imperiumdaily.com

Stimulus Bagi Pengusaha Transportasi

Ateng menambahkan industri angkutan tidak berdiri sendiri dan berkaitan langsung dengan berbagai sektor kehidupan masyarakat yang lain, termasuk pengusaha, tenaga kerja, perbankan, asuransi, industri bahan bakar, hingga ritel.

Menurut dia, kebijakan Pemerintah memberikan stimulus bagi pengusaha transportasi akan memberikan dampak berganda bagi masyarakat luas dalam memulihkan perekonomian.

“Kami mendukung upaya pemerintah menangani COVID-19, tapi kami juga perlu dibantu. Jika nanti pandemi mereda maka pemulihan industri ini tidak terlalu berat,” tutup Ateng.(lal)