Jangan Sampai Jadi Klaster Covid-19! Ini Tips Aman Halal Bihalal saat Lebaran

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Lebaran identik dengan tradisi halal bihalal. Kegiatan tersebut dijadikan ajang bersilaturahmi antar saudara, saling maaf-memaafkan, dan tentunya makan bareng.

Namun, Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr Temmasonge Radi Pakki, Sp.P, MMRS, mengingatkan beberapa hal agar tidak terjadi penularan Covid-19. Paling utama tentu saja terkait dengan protokol kesehatan.

Baca Juga

BACA JUGA : Pemprov Lampung Minta ASN Lakukan Halal Bihalal Secara Daring – Nusadaily.com

“Anda sebagai tuan rumah harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini dilakukan supaya tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 karena bagaimana pun kita semua masih dalam keadaan pandemi,” paparnya saat mengisi acara di Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, belum lama ini.

Nah, secara khusus dokter Onge, sapaan akrabnya, membagikan tips aman dari penyebaran Covid-19 saat Lebaran. Apa saja?

1. Buat jadwal kedatangan

Ilustrasi (Foto : Freepik)

Anda harus jadi tuan rumah yang ‘smart’ di lebaran ini. Upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 antarkeluarga adalah membuat jadwal kedatangan.

BACA JUGA : Halal Bihalal Daring Alumni PMII, Wakil Ketua KPK: Jabatan Hanya Aksesoris – Noktahmerah.com

“Jadi, Anda sudah punya nih list keluarga mana saja yang akan datang dan Anda buatkan jam kedatangannya. Saya sarankan dimulai dari jam 9 sampai jam 10 untuk 3 keluarga, lalu 11 sampai 12 keluarga lainnya,” terangnya.

Ini penting sekali dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kerumunan di dalam rumah Anda yang berisiko tinggi menyebarkan Covid-19. “Kita enggak ada yang tahu apakah ada yang bawa virus atau tidak,” tambah dr Onge.

BACA JUGA : Gelar Halal Bihalal Virtual, Ketum PBNU Ajak Pengurus NU Tingkatkan Perhatian ke Masyarakat Kecil – Imperiumdaily.com

2. Maaf-maafan sebelum bertemu

Tips ini menarik sekali. Jadi, sebelum para saudara dan keluarga datang ke rumah, Anda sudah saling maaf-memaafkan di WhatsApp misalnya. Jadi, saat ketemu langsung, tidak ada sesi saling jabat tangan yang berisiko tinggi menyebarkan virus.

“Ketika datang, ya, untuk silaturahmi dan mengobati rindu karena sudah tama tak ketemu,” ungkapnya.

3. Pastikan anak-anak pakai masker

Jangan lupakan tips ini. Meski anak-anak, mereka tetap harus pakai masker dan usahakan memakainya dengan benar. Ketika anak-anak berkumpul dengan saudara sebayanya, mereka cenderung akan berkumpul main bersama.

Nah, dengan saling pakai masker, ini menurunkan risiko anak-anak terpapar atau membawa virus yang bisa membahayakan orangtuanya. “Jadi, anak-anak tetap harus pakai masker, ya, saat datang ke rumah keluarga,” tambah dr Onge.(lal)