Zona Merah, Emil Ajak Toga Tomas Cari Cara Jitu Tangani Covid

  • Whatsapp
Emil Elestianto Dardak, saat bersama Toga Tomas, Forpimda cari cara jitu tangani Zona Merah.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- TRENGGALEK Kabupaten Trenggalek, masuk zona merah Covid-19. Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, langsung respons pulang kampung ke daerah asalnya menemui tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, Sabtu (23/1/2021).

Baca Juga

Emil, mengajak para Toga dan Tomas itu untuk bersama – sama mengerahkan masyarakat melawan pandemi Covid.

Yang jelas Emil, meminta masukan dan pandangan dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di Trenggalek dan masuk zona merah.

“Kita mencoba menutup area yang dinilai riskan. Ini situasi yang kita hadapi. Masukan dan pandangan apa yang bisa dilakukan untuk merubah. Tujuannya untuk bisa mengurangi kasus-kasus yang ada,” ujar Wagub Emil Dardak.

Di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Emil, bertemu jajaran Bupati, Forkopimda, Toga, dan Tomas, untuk mendengar respon masyarakat terkait perbedaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Masyarakat takut dan mengira itu aktivitas stop. Padahal tidak. Kita ini sedang mencari keseimbangan sebenarnya. Pandemi masih ada, vaksinasi membawa harapan, tapi masih ada masa untuk kita berproses. Maka jangan sampai kewaspadaan ini hilang,” terangnya.

Dibanding data 19 Nopember 2020 kasus angka tambahan harian meningkat. Dia mencontohkan, kasus di Jatim agregatnya sempat mencapai 300 kasus menjadi 900 – 1.000 kasus per harinya. Itu naik sampai menjelang akhir tahun.

“Tapi di PPKM ini trennya melandai. Melandai ini bukan berarti tidak ada kasus baru. Angka hariannya itu bisa dikisaran itu,” jelasnya.

Apakah posisi tersebut harus berhenti ? Wagub Emil pun menegaskan bukan. Artinya, masyarakat harus menjaga keseimbangan itu.

“Makanya PPKM ini bukan berarti stop. Tapi PPKM ini mencari keseimbangan kapasitas yang bisa menekan peningkatan angka harian. Syukur-syukur habis ini turun. Karena yang kita khawatir adalah tempat tidur di rumah sakit (RS) mulai penuh. Ini juga permintaan APD untuk tenaga kesehatan (nakes) mulai lembur untuk menangani Covid-19,” urainya.

Sedih Kalau Ada yang Kesulitan Cari Tempat

“Kita sedih sekali kalau ada yang katanya kesulitan mencari tempat sampai meninggal sementara Tim Gugus Tugas berjuang gigih memenuhi kebutuhan penanganan pasien Covid-19 di Jatim,” tambahnya.

Dia meminta agar semua memperhatikan di wilayah Mataraman, semisal Blitar, dan Ponorogo dengan kasus tinggi-tinggi.

Sementara masa PPKM yang hampir selesai, Wagub Emil menjelaskan, bahwa yang lebih penting adalah hal kewaspadaan masih harus berlanjut.

“PPKM ini berbeda dengan PSBB. Kalau PSBB itu sama sekali tidak ada aktivitas, hampir. Toko atau penjual barang-barang esensial masih diizinkan berjualan. Tapi PPKM bukan sektornya yang dilarang, tapi jamnya dibatasi, pabrik masih boleh beroperasi,” terangnya.

Diingatkan bahwa selain PPKM, masih terdapat Perda tentang protokol kesehatan (Prokes), dan Pergub soal Prokes dan sanksinya. Termasuk PPM memberi tambahan work from home (WFH).

“Yakni hanya 25 persen yang bekerja di kantor. Lalu membatasi pusat perbelanjaan hanya bisa sampai jam 8 malam. Membatasi kapasitas makan di tempat sampai 25 persen. Dan tentunya yang lainnya relatif sama. Rumah ibadah 50 persen. Tatap muka ditiadakan. Jadi relatif tetap sama,” jelasnya.(ima/aka)