Polda Telusuri Dugaan Pidana Fetish Jarik Gilang

  • Whatsapp
polda telusuri fetish jarik Gilang
Thread tentang fetish jarik.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur telusuri dugaan tindak pidana diduga oleh Gilang berupa fetish jarik. Dugaan pidana ini pada akun pelaku pelecehan seksual fetish (orang memiliki dorongan seksual yang berhubungan dengan benda mati) “jarik” berkedok riset terhadap mahasiswa lain berinisial G.

BACA JUGA: Gilang Mahasiswa Unair, Predator Fetish Kain Jarik

Baca Juga

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Andiko, dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (31/7/2020) memberi penjelasan. Mereka menelusuri dan menyelidiki hal itu karena telah membuat warganet resah atas diunggahnya konten-konten perilaku pelecehan seksual.

“Penyelidikan ini sebagai bentuk memberikan kepastian hukum. Dan membuat masyarakat aman dan terlindungi,” kata dia terkait Polda telusuri fetish jarik Gilang.

Perwira dengan tiga melati itu menyatakan sejauh ini Polda Jatim dan jajarannya belum menerima adanya pengaduan. Serta belum menerima laporannya dari para korban.

“Namun apabila ada yang melaporkan tentu juga akan mempercepat. Dan mempermudah proses penyelidikan terkait viral berita tersebut,” ujarnya dikutip induk imperiumdaily.com ini.

Sebelumnya, salah seorang mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya dikabarkan menjadi seorang predator fetish. Hal itu muncul dari sebuah utas yang diciutkan @m_fikris. Threah itu dengan judul “Fetish Kain Jarik” dan menjadi trending di media sosial Twitter.

Pelaku melakukan aksinya dengan modus meminta bantuan untuk penelitian tugas akhir yang bertemakan bungkus-membungkus.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo di Surabaya, Kamis (30/7), membenarkan. Bahwa pelaku fetish “jarik” berkedok riset yang viral di media sosial Twitter merupakan mahasiswa Unair angkatan 2015 berinisial GAN.

“Fakultas Ilmu Budaya Unair telah menggelar sidang komite etik terhadap yang bersangkutan. Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa,” katanya.(cak)

Post Terkait

banner 468x60