Penyekatan Diperpanjang, Kota Malang Siagakan 1.480 Alat Rapid Antigen

  • Whatsapp
penyekatan malang
Ilustrasi penyekatan di Exit Tol Madyopuro. (istimewa)

NUSADAILY.COM – MALANG – Masa penyekatan kendaraan di sejumlah titik diperpanjang hingga 24 Mei 2021. Sejumlah petugas TNI/Polri dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus bersiaga. Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang juga menyiapkan sejumlah alat swab antigen.

Jika sebelumnya disediakan 1.600 alat swab antigen, kali ini, Dinkes Kota Malang menyiapkan sebanyak 1.480 alat swab antigen di Exit Tol Madyopuro.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Dirlantas Polda Jatim: Penyekatan Kemungkinan Diperpanjang Hingga 24 Mei

“Sebelumnya, kami menyiapkan sebanyak 1.600. Kemudian, dipakai 120. Sisanya, itu yang kami siapkam hingga perpanjangan penyekatan selesai,” terang Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, Kamis (20/5/2021).

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sejumlah petugas kesehatan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kami juga melakukan persiapan lainnya, yakni menyiagakan petugas kesehatan. Serta, berkoordinasi terus dengan TNI/Polri,” papar dia.

Jika dalam masa penyekatan tersebut kedapatan warga Kota Malang yang akan masuk ke wilayah Kota Malang dan hasil swab antigennya positif, bakal langsung diarahkan untuk melakukan isolasi di rumah isolasi yang telah disediakan Pemkot Malang.

“Kalau yang ditemukan positif (berdasarkan hasil swab antigen) merupakan warga Kota Malang, mereka harus isolasi di tempat isolasi yang sudah disediakan,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Heru Mulyono menjelaskan, setiap harinya, masih ada puluhan kendaraan yang diminta untuk putar balik. Kebanyakan, masih didominasi oleh mobil penumpang dan kendaraan pengangkut barang.

BACA JUGA: Arus Balik Mulai Padat, Polisi Perketat Pos Penyekatan Perbatasan Sidoarjo

“Jadi, selama 12 hari larangan mudik kemarin memang banyak yang kami minta putar balik karena ndak punya surat keterangan dokumentasi kesehatan. Tapi, jika kami minta ada surat bebas covid harus yang masanya 1×24 jam. Jika tidak ada, akan kami tawarkan swab (di tempat) kalau ndak mau ya putar balik,” jelas Heru.

Heru menambahkan, pengawasan juga dilakukan di terminal-terminal bus di Kota Malang. Sebab, petugas kerap menemukan penumpang yang sempoyongan atau tidak dalam keadaan tidak optimal akibat perjalanan.

Untuk itu, pihaknya memberi masukan pada Dishub Jatim untuk menyediakan tempat istirahat yang memadai bagi para sopir di tiap terminal.(nda/lna)