Gubernur Warning Warga Jatim, OTG Potensi Infeksius Naik 34 Persen

  • Whatsapp
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mewarning masyarakat Jawa Timur untuk waspada berganda, disiplin memakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak.

Hal itu karena potensi infeksius Covid yang dibawa orang tanpa gejala (OTG) naik dari 21 persen lalu ke 26 persen dan terakhir 34 persen.

Baca Juga

Angka ini diperoleh dari data tracing Gugus Tugas Provinsi melibatkan ahli epidemiologi yang mengkaji dan mengevaluasi setiap saat perkembangan Covid Jatim.

Diakuinya bahwa hari Kamis, 21 Mei 2020 lonjakan tinggi di angka pengumuman Covid 502. Namun bahwa 426 total kesembuhan masih sangat bagus.

“Secara kuantitatif 426 yang sudah sembuh sangat bagus perkembangannya. Untuk kasus meninggal 273 setara 8,82 persen,” ujar Khofifah di pers conference, Jumat 22 Mei 2020 malam.

“Jadi yang kita antisipasi adalah yang OTG. Ini yang kita inginkan adanya kehati hatian ODP jangan sampai potensi positif. Atau PDP potensial ke positif harus dicegah,” tegasnya kagi.

Kata Khofifah, data yang ada secara grafik potensial positif, di Jawa Timur terungkap potensi PDP mengarah ke terkonfirmasi positif 53, 3 persen.

Kondisi ini turun dalam sepekan ini, karena sebelumnya potensial PDP menuju terkonfirmasi positif adalah 68 persen.

“Sekarang posisinya turun,” ujar Khofifah.

Tapi OTG yang menurutnya harus diwaspadai, karena ODP potensial ke positif rerata 16, 4 persen. Untuk bisa memastikan pemetaan kemungkinan potensial konfirmasi positif, bisa melihat perbandingan Surabaya terkonfirmasi positif telah mencapai 1.716. Sidoarjo 413 kasus, dan Gresik 122.

Jumlah kenaikan ini pun tidak terlepas dari salah satu upaya bersamaan PSBB kita melakukan rapid tes di Surabaya Raya sebanyak 25.610, dan total yang reaktif 1.992.

“Rinciannya, daerah sendiri sudah melakukan rapid test untuk Sidoarjo, sebanyak 10.555, untuk Kota Surabaya 11.555, dan Gresik rapid test sebanyak 3.500,” bebernya.

Hal itu kata dia, menjadi salah satu hal yang kemudian menemukan angka positif yang cukup banyak. Dikarenakan semua titik melakukan rapid test secara masif, dan tracing secara agresif. Maka temuan positif semakin banyak.(ima)