Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalWHO: Belum Perlu Peringatan Keras atas Varian Baru Virus Corona

WHO: Belum Perlu Peringatan Keras atas Varian Baru Virus Corona

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa belum diperlukan peringatan keras atas varian baru virus corona yang sangat menular, yang terdeteksi di Inggris. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

WHO mengatakan  hal ini  wajar dalam evolusi pandemi.

BACA JUGA: Berada Diambang Gelombang Kedua COVID-19, Nigeria Batasi Pertemuan Publik Dan Tempat Hiburan – Nusadaily.com

Pejabat WHO bahkan menanggapi positif temuan galur baru tersebut, yang memicu kekhawatiran di banyak negara untuk memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap Inggris dan Afrika Selatan, mengatakan alat baru untuk melacak virus efektif.

“Kami harus menemukan keseimbangan. Sangat penting untuk harus terbuka, sangat penting untuk memberitahu masyarakat apa adanya, namun penting pula untuk mengatakan bahwa ini hal yang normal dari evolusi virus,” kata pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan saat konferensi pers daring.

“Dapat melacak virus sedekat ini, secara hati-hati, secara ilmiah dan secara nyata merupakan perkembangan positif yang nyata bagi kesehatan masyarakat dunia, dan negara-negara yang melakukan pengawasan seperti ini patut diapresiasi.”

BACA JUGA: China Kalkulasi Kebutuhan Vaksin COVID-19 dalam Negeri – Imperiumdaily.com

Mengutip data dari Inggris, pejabat WHO mengatakan mereka tidak memiliki bukti bahwa varian baru COVID-19 membuat orang lebih sakit atau lebih mematikan ketimbang jenis virus yang sudah ada, meski kelihatannya lebih mudah menyebar.

Negara-negara yang menerapkan pembatasan perjalanan bertindak atas dasar kehati-hatian saat mereka menilai risikonya, kata Ryan, menambahkan: “Itu bijaksana. Namun penting juga agar semua orang menyadari bahwa ini terjadi, varian ini terjadi.”

Pejabat WHO mengatakan mutasi COVID-19 hingga kini jauh lebih landai dibanding dengan influenza dan bahkan varian baru di Inggris tetap jauh lebih jarang menular dari penyakit lainnya seperti gondok.

Menurutnya, vaksin yang dikembangkan untuk melawan COVID-19 juga harus mematikan varian baru, meski pemeriksaan untuk memastikan bahwa ini masalahnya masih berlangsung.

BACA JUGA: Para Mahasiswa Berbagai Perguruan Tinggi Bergerak Lawan COVID-19 – Noktahmerah.com

“Sejauh ini, walaupun kami telah melihat sejumlah perubahan, sejumlah mutasi, tak ada satupun yang menimbulkan dampak signifikan pada kerentanan virus baik terhadap terapi, obat yang digunakan saat ini, atau terhadap vaksin yang sedang dikembangkan dan berharap akan terus demikian,” kata Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan saat konferensi pers.

Badan PBB itu berharap dapat mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai dampak potensial dari jenis virus yang sangat menular ini dalam beberapa hari atau pekan ke depan.(mic)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily