Senin, Agustus 15, 2022
BerandaCultureKetika Saudi Membangun Pariwisata di Wilayah yang Dihindari Nabi Muhammad

Ketika Saudi Membangun Pariwisata di Wilayah yang Dihindari Nabi Muhammad

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kerajaan Arab Saudi melakukan sejumlah terobosan ‘radikal’ dengan membuka tujuan wisata di daerah yang dahulu berdasarkan riwayat pernah dihindari Nabi Muhammad.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Di antara kawasan yang sebelumnya tabu dan kini dibuka menjadi area wisata yaitu Al Ula dan Mada’in Saleh.

BACA JUGA: Umrah dan Haji Terancam Batal, Covid-19 di Arab Saudi Melejit diatas 1000/hari

Sejak 2019, Arab Saudi telah menargetkan investasi hingga US$20 miliar atau setara Rp286 triliun demi membangun kawasan pariwisata global di negaranya.

Melansir Reuters, Al Ula menjadi bagian dari rencana pembangunan destinasi wisata yang akan dibuka di Arab Saudi.

BACA JUGA: Drama Tabrakan Sebabkan Chaos di GP Arab Saudi

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Fahmi Salsabila menilai rencana Arab Saudi membuka kawasan wisata di negaranya yaitu demi mendongkrak devisa di luar sektor minyak dan gas.

Sejumlah kebijakan modernisasi bahkan sekularisasi pun mulai dilakukan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS).

“Mungkin pemikiran MbS, menurut saya, itu ingin membuat semacam kawasan wisata. Di situ banyak turis asing bisa masuk dan mendatangkan devisa,” ujar Fahmi saat diwawancara CNNIndonesia.com, Rabu (12/1).

BACA JUGA: AS Gelar Latihan Militer Bersama Saudi dan Kuwait Ditengah Situasi Memanas

“Bahkan di kawasan Al Ula dan Mada’in Saleh, kawasan yang dalam sejarahnya orang Arab sendiri jarang (pergi) ke sana. Ada kisah ketika Nabi Muhammad lewat situ. Beliau tidak mau minum dari daerah itu, bergegas untuk segera meninggalkan daerah tersebut, tanpa menoleh kanan-kiri,” kata Fahmi.

Al Ula merupakan situs peradaban kuno yang sejak lama terpencil dan tidak dibuka oleh Arab Saudi. Dengan membuka situs ini, mereka berharap Saudi dapat menjadi destinasi wisata global sekaligus menjadi upaya untuk mendiversifikasi ekonomi mereka.

Al Ula sejak dulu dikenal sebagai kawasan ‘berhantu’. Banyak warga Saudi percaya bahwa kawasan tersebut dihantui oleh jin dan roh jahat dari Al-Quran dan mitologi Arab, serta harus dihindari.

Mengutip Reuters, pembangunan Al Ula merupakan bagian dari upaya Saudi melestarikan situs warisan pra-Islam untuk menarik wisatawan non-Muslim demi memperkuat identitas nasionalnya dan meredam ketegangan Islam Sunni yang telah mendominasi Arab Saudi selama beberapa dekade.

Selain Al Ula, Saudi juga membuka Madain Saleh, situs Warisan Dunia UNESCO, yang merupakan kota berusia 2.000 tahun yang diukir di bebatuan gurun oleh orang Nabatean (orang Arab pra-Islam yang juga membangun Petra di Yordania).

BACA JUGA: Tuai Pro Kontra, Tari Samba di Arab Saudi Gunakan Pakaian Terlalu Minim

Kisah mengenai kawasan yang dipercaya kena kutukan tersebut dapat ditelusuri di dalam hadits yang memperingatkan umat Islam untuk tidak memasuki kawasan tersebut. Alasannya, karena kawasan tersebut merupakan tempat kaum Tsamud dahulu diazab oleh Tuhan.

Sebelumnya diketahui, Arab Saudi saat ini sedang berusaha melakukan modernisasi. Salah satunya mencoba mengubah sumber keuangan mereka dari minyak ke sektor lain.

Beberapa langkah modernisasi ini juga meliputi pelonggaran aturan berpakaian pada wanita serta aturan sosial budaya lainnya. Umumnya mulai melangkah ke kultur modern.(mic)

BERITA KHUSUS

Gebyar Merah Putih, Pemkot Malang Pasang Belasan Ribu Bendera

NUSADAILY.COM – KOTA MALANG – Apel pagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kental dengan nuansa kebangsaan, Senin (15/8/2022). Pasalnya, pada momen tersebut turut dilangsungkan...

BERITA TERBARU

Komnas HAM soal Pembunuhan Brigadir J: Tidak Ada Indikasi Penganiayaan

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan tidak menemukan indikasi adanya penganiayaan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir...