Sabtu, Januari 22, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalArab Saudi Temukan Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron

Arab Saudi Temukan Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron

NUSADAILY.COM – KAIRO – Arab Saudi memastikan temuan kasus pertama COVID-19 varian Omicron pada pendatang dari sebuah negara Afrika bagian utara, menurut kantor berita negara SPA, Rabu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Baru Pulang dari Arab Saudi, Warga Sukabumi Terkonfirmasi Positif COVID-19

Mengutip pernyataan dari kementerian kesehatan kerajaan, SPA mengatakan pihak berwenang sudah mengisolasi orang tersebut dan orang-orang lain yang melakukan kontak dengannya.

BACA JUGA: Hasil Kualifikasi Zona Asia: Arab Saudi dan Iran Belum Terkalahkan

Temuan itu menjadi yang kasus Omicron pertama di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Kementerian mengatakan orang tersebut adalah warga negara Saudi yang baru kembali dari sebuah negara di Afrika Utara, tanpa menyebut nama negaranya.

BACA JUGA: Newcastle Resmi Dibeli Konsorsium Milik Putra Mahkota Arab Saudi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Senin bahwa varian Omicron kemungkinan menyebar secara global dan membawa risiko peningkatan yang sangat tinggi dalam kasus infeksi sehingga bisa menimbulkan “konsekuensi parah” di sejumlah tempat.

Kementerian Saudi mendesak masyarakat untuk menjalani vaksinasi lengkap dan memerintahkan pelaku perjalanan untuk menaati aturan isolasi mandiri dan pengujian COVID.

BACA JUGA: AS Setuju Jual 280 Rudal ke Arab Saudi

Omicron pertama kali dilaporkan pada 24 November di selatan Afrika, di mana kasus infeksi meningkat tajam.

BACA JUGA: Ngeri! 4 Lagu Kematian dari Raja Dangdut Rhoma Irama Bikin Merinding

Varian itu lalu menyebar ke belasan negara, sebagian besar di antaranya telah memberlakukan pembatasan perjalanan.

Jepang pada Senin menyusul Israel dan Maroko yang berencana menutup penuh perbatasan mereka.(eky)

@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed