Senin, September 20, 2021
BerandaHeadlinePetahana Dikabarkan Usung Sembako Pakai Ambulans, Massa Penantang Kepung Pendopo

Petahana Dikabarkan Usung Sembako Pakai Ambulans, Massa Penantang Kepung Pendopo

NUSADAILY. COM – JEMBER – Puluhan orang mengepung rumah dinas Bupati Jember ‘Pendopo Wahya Wibawa Graha’. Mereka berada disana sejak Minggu, 6 Desember hingga Senin, 7 Desember 2020 dini hari.

Massa meyakini ada gelagat tidak beres pengerahan mobil ambulans untuk mengangkut sembako. Disinyalir bakal dibagikan kepada warga untuk mempolitisasi pilihan ke Bupati Jember Faida yang sedang mencalonkan lagi. 

Pasalnya, ada gudang penyimpan sembako di dalam pendopo yang terkunci tidak boleh dibuka sejak Faida cuti kampanye. Bahkan, gudang penyimpan sembako bantuan pemerintah itu tetap terkunci meski hendak diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu.

Kini, gudang terbuka kembali saat Faida aktif kembali usai cuti kampanye dan disinyalir berencana memanfaatkan bantuan pemerintah untuk kepentingan politiknya. 

Adapun massa yang mengepung pendopo berasal dari pendukung penantang, yang Paslon Hendy Siswanto – KH Mohamad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun). 

“Informasi (rencana) sudah kami dengar ambulan digerakkan untuk muatan sembako. Tujuan kami kesini untuk mencegah,” kata seorang dari massa yang bernama Jay Saksena. 

Dia mengaku ditengah Bulan Ramadhan lalu kendaraannya menjadi salah satu yang disewa seseorang untuk mengantar sembako ke gudang dalam pendopo. 

Jay bersama puluhan teman-temannya hingga pukul 01.37 masih berkumpul. Mereka mengepung dengan maksud mengawasi setiap gerak-gerik di dalam pendopo. 

Tampak beberapa kendaraan jenis double kabin dan bak terbuka terparkir di depan pendopo. Namun, tiada seorang pun yang dari dalam bersedia bicara. 

Selain itu, massa juga menyoal pemasangan kembali baliho bergambar Faida, padahal malam sebelumnya telah ditertibkan oleh Bawaslu Jember dengan alasan memasuki masa tenang.

Massa Tuntut Baliho Diturunkan

Massa menuntut agar baliho segera diturunkan. “Bawaslu bersikaplah adil, semua baliho Paslon dicopot, tapi ini kok dipasang lagi? Bawaslu jangan takut dengan pressure dari siapapun,” tutur Gus Baiquni Purnomo. 

Ia mengetahui insiden kantor Bawaslu dikepung massa pendukung petahana gara-gara melakukan penertiban alat peraga kampanye.

“Bukan hanya pihak lain bisa bawa massa, kami juga bisa mengerahkan orang seperti sekarang ini yang langsung bergerak,” ucapnya. 

Anggota Bawaslu Jember Andika mengatakan kepada massa saat ini sudah memasuki tahap minggu tenang, sehingga akan segera menurunkan apapun yang bermuatan kampanye. 

“Baik yang berupa langsung nama calon, atribut, ataupun simbol seperti nomor urut pasangan calon,” tegas dia. 

Bawaslu menurutnya bersikap netral tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan Pilkada. Ia meminta massa pendukung Paslon untuk tidak saling menurunkan alat peraga kampanye milik pihak lain, karena Bawaslu yang menertibkan bersama aparat yang berwenang. (sut/aka)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...