Dituding Hilangkan Nama KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I, Ini Jawaban Dirjen

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sehubungan dengan beredarnya protes dari kalangan yang menuding Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atas penghilangan jejak tokoh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I,

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid memberi jawaban melalui siaran persnya kepada Wartawan Senin 19 April 2021. Dia mengatakan jika pihaknya selalu berefleksi pada sejarah bangsa dan tokoh-tokoh yang ikut membangun Indonesia. Termasuk Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari dalam mengambil kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Bukan hanya itu, Hilmar juga melengkapi pernyataannya tersebut dengan fakta.

“Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari di Jombang didirikan oleh Kemendikbud. Bahkan, dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional,
Kemendikbud menerbitkan buku KH. Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri,” terangnya.

Oleh sebab itu untuk meluruskan tudingan yang dimaksud kalangan tersebut, Hilmar menjelaskan bahwa buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tidak pernah diterbitkan secara resmi.

” Dokumen tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat oleh kalangan
tertentu merupakan salinan lunak (softcopy). Naskah yang masih perlu penyempurnaan. Naskah tersebut tidak
pernah kami cetak dan edarkan kepada masyarakat,” ujar Hilmar.

Masih kata Hilmar, lebih penting lagi naskah buku tersebut disusun pada tahun 2017. Sebelum periode kepemimpinan
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

” Selama periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, kegiatan penyempurnaan belum dilakukan dan belum ada rencana penerbitan naskah tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan publik menjadi faktor penting yang akan selalu dijaga oleh segenap unsur di lingkungan kemendikbud.

“Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa tidak mungkin kemendikbud mengesampingkan sejarah bangsa ini. Apalagi para tokoh dan para penerusnya,” pungkasnya.(sir/aka)