Jumat, Mei 27, 2022
BerandaFoodDaging Ayam Buatan Lab Israel Lulus "Blind Test"

Daging Ayam Buatan Lab Israel Lulus “Blind Test”

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Michal Ansky, seorang ahli gastronomi Israel dan pencicip makanan profesional, menjadi salah satu pencicip uji rasa buta (blind test) untuk daging ayam yang dikembangkan di laboratorium (cultivated meat).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ansky mulai momen bersejarah buatnya itu bersama dua juri lainnya, seorang pemilik restoran dan jurnalis makanan. Dia mulai mencium aroma dua sampel, A dan B yang ada di depannya. Ketiga juri harus menebak sampel mana yang merupakan daging ayam asli dan buatan.

BACA JUGA: Harga Daging Ayam dan Telur di Solo Kembali Normal

Kedua sampel dibuat sama persis, dibumbui dengan garam dan tanpa bumbu, hanya ditumis dengan minyak bunga matahari. Keduanya terlihat sama, meski sampel A terlihat lebih gelap sedikit dari B, namun aroma dan bentuknya sama. Bahkan koki yang membuatnya pun tak lagi ingat yang mana yang daging buatan.

Ansky yang awalnya yakin betul bisa membedakan keduanya mulai berubah tak yakin. Dia mencicipi sampel A, B, lalu kembali ke A, dia mulai mengerutkan alisnya sebagai tanda konsentrasi.

BACA JUGA: Harga Daging Ayam di Kota Malang Kembali Naik

“Ada perbedaan,” kata salah satu juri, pemilik restoran dan koki Israel Yair Yosefi dikutip dari Time.

“Tapi saya tidak yakin yang mana ayam [konvensional]. B, mungkin.”

Berbeda dengan Yosefi, Ansky tidak setuju, dia mempertaruhkan semuanya dan menyebut sampel A adalah ayam asli. Buatnya sampel B memiliki rasa yang lebih sedikit, sehingga harus yang ditanam di laboratorium steril.

BACA JUGA: Harga Daging Ayam di Temanggung Bertahan Tinggi

Dia sangat yakin dengan keputusannya sehingga ketika pendiri SuperMeat (laboratorium pembuat daging) Ido Savir mengumumkan bahwa sebenarnya sampel A adalah daging ayam buatan laboratorium.

“Sampel A ditanam di sisi lain jendela di sana, hanya beberapa hari yang lalu,” jelas Ido Savir dikutip dari CNNIndonesia.com.

Rahang Ansky ternganga, “Saya salah.”

BACA JUGA: Rp 40 Ribu per Kilogram, Permintaan Daging Ayam Potong Turun

Pencicipan ini dilakukan oleh perusahaan teknologi daging yang berbasis di Tel Aviv, SuperMeat, di restoran internalnya, The Chicken.

Di belakang bar restoran, sebuah jendela besar melihat ke laboratorium kerja di mana sampel daging yang dibudidayakan perusahaan telah tumbuh dari batang- sel, diberi kaldu nutrisi dalam bioreaktor baja tahan karat besar Tangki perak yang berkilau.

BACA JUGA: Rahasia di Balik Penampilan Nia Ramadhani yang Selalu Modis di Sidang

“Ini satu-satunya saat dalam hidup saya bahwa saya benar-benar senang bahwa saya salah,” katanya.

“Dalam hati saya mengatakan Haleluya. Karena sudah waktunya.”

Produksi daging dan susu menyumbang sekitar 14,5% dari emisi gas rumah kaca global, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Proses pertanian hewan industri mencemari pasokan udara dan air, sementara memancarkan metana, gas rumah kaca yang kuat.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan minggu lalu di Nature Food, menunjukkan bahwa negara-negara berpenghasilan tinggi dapat memotong pertanian mereka emisi hampir dua pertiga dengan menjauh dari makanan hewani.(mic)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily