Kata-Kata Indah Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan

  • Whatsapp
Ilustrasi.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Bahasa Indonesia memiliki banyak kata-kata indah yang jarang diketahui dan digunakan. Kosakata estetik tersebut mungkin tidak sengaja terekam dalam memori saat menonton film, mendengar lagu, membaca novel, puisi, bahkan caption di unggahan sosial media.

Kata-kata indah Bahasa Indonesia tersebut sangat beragam dan mengandung nilai estetik. Kosakata itu mempunyai makna-makna unik jika dilihat artinya pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kosakata tersebut tentunya akan sangat berguna bagi orang yang suka menulis, ataupun generasi melankolis yang ngotot puitis. Agar tak melulu menjadi semesta renjana kala senja yang menjadi lembayung berpeluh senandung, inilah daftar kata-kata indah Bahasa Indonesia yang jarang diketahui beserta maknanya.

A

  • Adiwarna: sangat indah, bagus sekali.
  • Aksa: jauh.
  • Amerta: abadi.
  • Arunika: cahaya matahari yang baru saja terbit.
  • Asa: harapan.
  • Asmaraloka: dunia/alam cinta kasih.

B

  • Bentala: bumi.
  • Bestari: berpendidikan.
  • Binar: sinar.

C

  • Candramawa: untuk menyebut warna bulu kucing hitam bercampur putih.
  • Candala: rendah, hina, atau nista (dalam kata sifat); merasa rendah diri (dalam kata kerja).

D

  • Derana: tabah.
  • Dersik: desir angin atau bunyi angin.
  • Dirgantara: segala sesuatu yang ada di atas bumi, meliputi langit dalam atmoster sampai luar angkasa.

E

  • Ejawantah: menjelma; menjadi berwujud.
  • Esa: tunggal, satu.
  • Eunoia: pemikiran yang indah, pikiran yang baik.
  • Elegi: syair atau puisi sedih.

Karena kata yang berawalan huruf F sangat susah, langsung saja. Ini berlaku untuk abjad-abjad berikutnya yang alfa akan kata-kata adiwarna.

G

  • Gemintang: susunan bintang, rasi bintang.
  • Gempita: bunyi yang meriah.
  • Gulana: letih.
  • Gulita: gelap.
  • Gundah: gelisah

H

  • Hening: sunyi.

J

  • Jatmika: sopan
  • Jenggala: hutan.
  • Jumantara: langit, udara, awang-awang.

K

  • Kala: waktu; kalajengking; jerat; sutra; nama dewa Hindu.
  • Kanagara: bunga matahari, mahkota raja, atau mahkota pengantin.
  • Karsa: kehendak, niat.
  • Kelindan: benang yang berpilin, penggulung benang.
  • Kidung: nyanyian, puisi.
  • Kirana: sinar; cantik.
  • Kirmizi: merah tua atu ungu
  • Kukila: burung
  • Kulacino: bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah.

L

  • Lazuardi: permata berwarna biru kemerahan, warna biru muda langit.
  • Lembayung: nama bunga; warna merah campur ungu.
  • Lengkara: mustahil, beduk, tabuh, nekara.
  • Litani: doa yang diucapkan bersama-sama.
  • Lindap: redup, mendung, teduh.
  • Lokananta: gamelan di kayangan yang bisa berbunyi sendiri.

M

  • Maharani: raja perempuan; permaisuri.
  • Menjura:  membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan (dengan maksud menghormat).
  • Mangata: bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan.
  • Meraki: melakukan sesuatu dengan jiwa, kreativitas, dan cinta.

N

  • Nayanika: mata yang indah dan memancarkan daya tarik.
  • Nirmala: tanpa cacat, sempurna.
  • Niskala: abstrak.
  • Nirwana: surga, konsep Buddha tentang keadaan setelah mati yang dilalui tanpa penderitaan.
  • Niskala: abstrak.
  • Nuraga: simpati atau berbagi rasa.
  • Nyiur: kelapa.

P

  • Pancarona: bermacam-macam warna atau pancawarna.
  • Pendar: cahaya yang menyebar.
  • Pijar: percik api.

R

  • Ranum: matang.
  • Raya: besar.
  • Renjana: rasa hati yang kuat.
  • Risak: mengusik atau mengganggu.

S

  • Sabitah: bintang yang dari Bumi, posisinya tampak tetap, tak bergerak. Bintang penunjuk arah bagi nelayan.
  • Sandyakala: cahaya merah saat senja.
  • Sanubari: hati; nurani; perasaan
  • Saujana: sejauh mata memandang.
  • Selesa: luas.
  • Senandika: wacana (percakapan) dengan diri sendiri, suara batin.
  • Simfoni: komposisi musik yang terdiri dari empat bagian.
  • Suryakanta: kaca pembesar.
  • Swastamita: pemandangan indah saat matahari terbenam.

Apakah senja layak dimasukkan? Senja yang susah payah dihias oleh Seno Gumira kini hancur sebab generasi melankolis yang minum es kopi susu memuisikannya bersama kopi.

T

  • Taksa: ambigu, memiliki dua atau lebih arti.
  • Taklif: penyerahan beban (pekerjaan, tugas, dan sebagainya) yang berat (kepada seseorang).
  • Teduh: terlindung.
  • Temaram: remang-remang.
  • Trengginas: lincah dan terampil.

U

  • Ufuk: kaki langit; horizon.
  • Undagi: tenaga ahli.
  • Ugahari: sedang, pertengahan, sederhana.

W

  • Wanodya: gadis remaja.
  • Wiyata: pengajaran atau pelajaran.

Itulah beberapa kata indah dalam Bahasa Indonesia yang bisa dijadikan alternatif diksi agar nantinya karya sastra dan caption sosial media tak melulu senja, semesta dan renjana. (kal)

Post Terkait

banner 468x60