Di Balik Cerita ‘Perseteruan’ Gus Dur dengan Mbah Moen

  • Whatsapp
Gus Dur dan Mabh Moen (foto: nu.or.id)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Semasa hidup antara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen)  sering dianggap bermusuhan alias berseteru.

Baca Juga

Bahkan kondisi tersebut juga menjadi pembicaraan di kalangan tertentu dari warga nahdliyyin. Lalu, seperti apa duduk perkara yang sebenarnya. Kenapa Mbah Moen bermusuhan dengan Gus Dur?.

Menurut KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim seperti yang ditulis Muhammad Faizin di nu.or.id dengan judul Kisah Keikhlasan Gus Dur, pada 12 Agustus 2018 lalu, dikisahkan oleh Kiai Marzuki bahwa sosok Gus Dur adalah orang yang sangat ikhlas. Suatu hari Mbah Moen menggelar acara pernikahan putra beliau.

Saat itu, untuk membantu kelancaran acara, Gus Dur memberikan bantuan banyak sekali  sehingga acara pernikahan dapat berjalan dengan baik.

Selanjutnya Gus Dur pun berkata kepada Mbah Moen bahwa kewajibannya untuk membantu acara Mbah Moen sudah dilaksanakan. Sekarang saatnya Mbah Moen membantunya dengan menutupi semua amal kebaikan yang sudah dilakukan oleh Gus Dur tersebut dan tidak menceritakan kebaikannya tersebut kepada orang lain dengan berbagai cara.

Salah satunya, Gus Dur meminta kepada Mbah Moen untuk pura-pura saling bermusuhan agar segala amal kebaikannya tidak diketahui oleh orang lain. Cukup Allah SWT yang tahu. Oleh karena itu ketika semasa hidup Gus Dur, Mbah Moen dan Gus Dur terlihat sangat bermusuhan karena memang sudah direncanakan untuk bersandiwara.

Namun ketika Gus Dur meninggal dunia, sandiwara pun terbngkar. Mbah Moen lah yang memimpin prosesi pemakaman Gus Dur. Tidak hanya itu, prosesi selanjutnya, Mbah Moen juga yang mengimami tahlil takziyah hari ketujuh. Mbah Moen yang mengisi mauidzah hasanah peringatan 1.000 hari wafat dan haulnya Gus Dur.

Jadi sebenarnya Gus Dur dan Mbah Moen tidaklah bermusuhan namun hanya bersandiwara atau pura-pura permusuhan untuk menutupi amal baik Gus Dur. “Gus Dur benar-benar wali,” kata Kiai Marzuki Mustamar. (nu.or.id/aka)

Post Terkait

banner 468x60