Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBusinessEmas Berhasil Menguat Akibat Melemahnya Imbal hasil AS, Kekhawatira Inflasi

Emas Berhasil Menguat Akibat Melemahnya Imbal hasil AS, Kekhawatira Inflasi

NUSADAILY.COM – CHICAGO – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), berhasil menembus level psikologis 1.800 dolar AS, karena penurunan imbal hasil obligasi AS dan berlanjutnya kekhawatiran tentang inflasi mengangkat aset-aset safe-haven menjel ang pertemuan bank-bank sentral utama minggu ini.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, bertambah 10,5 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 1.806,80 dolar AS per ounce. Ini adalah penyelesaian tertinggi emas dalam hampir enam minggu.

Baca Juga; Emas Stabil di Sesi Asia, Setelah Mundur dari Level Tertinggi

Akhir pekan lalu, Jumat (22/10/2021), emas berjangka terangkat 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.796,30 dolar AS per ounce, setelah tergelincir 3 dolar AS atau 0,17 persen menjadi 1,781,90 dolar AS pada Kamis (21/10/2021), dan melonjak 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.784,90 dolar AS pada Rabu (20/10/2021).

“Alasan utama untuk reli ini adalah bahwa imbal hasil sedikit mundur … tetapi harga masih berada dalam kisaran terbatas,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Namun demikian, penguatan indeks dolar AS dan kenaikan ketiga indeks utama saham AS agak membatasi kenaikan emas.

“Kami memiliki banyak hal yang terjadi minggu ini dalam hal laporan laba dan data. Mungkin ada situasi di mana inflasi akan berdampak pada laba dan Federal Reserve menyadari hal itu dan dengan demikian akan terpaksa untuk melakukan tapering.”

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan turun ke terendah sesi di 1,6200 persen, mengurangi peluang kerugian memegang emas tanpa suku bunga.

Emas turun dari tertinggi September pada Jumat (22/10/2021) setelah Ketua Fed AS Jerome Powell menegaskan kembali pandangannya bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan berkurang tahun depan dan mengatakan bank sentral AS harus mulai mengurangi pembelian asetnya segera.

“Komentar Powell baru-baru ini mungkin telah memperkuat kekhawatiran tentang inflasi yang bertahan lebih lama. Yang tampaknya semakin mengikis dukungan untuk tim ‘sementara’. Dan memicu tawaran yang lebih kuat untuk emas sebagai lindung nilai inflasi,” kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Fokus investor sekarang beralih ke pertemuan Bank Sentral Jepang (BoJ) dan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (28/10/2021). Sedangkan pertemuan Fed AS berikutnya pada 2-3 November.

Baca Juga: Harga Emas Terangkat 14,4 Dolar di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Inflasi

Sementara emas sering kita anggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus. Dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 14,3 sen atau 0,58 persen. Menjadi ditutup pada 24,592 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,7 dolar AS atau 1,11 persen, menjadi ditutup pada 1,063,8 dolar AS per ounce. (nd6)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily