Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Malang Pernah Diserbu Warga Pakai Clurit dan Mobil Dipecahi

  • Whatsapp
Surjaningsih Kasi Penyuluhan dan layanan informasi kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai type madya Malang.(ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kampanye Gempur Rokok Ilegal ternyata tak sembarangan. Pemkab dan Bea Cukai Malang menekankan sosialisasi melalui media massa. Sebab, dalam rangka penindakan Bea Cukai pernah mengalami penyerbuan oleh masyarakat yang belum teredukasi.

Surjaningsih Kasi Penyuluhan dan layanan informasi kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai type madya Malang membeber kisah itu. Peristiwa lama itu disampaikan kepada puluhan wartawan dalam sosialisasi ketentuan bidang cukai di Ollino Garden Hotel, Senin (14/9/2020).

"
"

Baca Juga

"
"

Menurutnya Bea Cukai pernah terancam penindakan. Yakni mobil dipecahi sampai dikejar masyarakat. Bahkan ada masyarakat yang bawa celurit, itu sering dihadapi petugas.

BACA JUGA: Gempur Rokok Ilegal, Pemkab dan Bea Cukai Malang Gandeng Wartawan

Maka bea cukai menggunakan pendekatan lain juga. Seperti mendekati ulama dan strategi lainnya.

“Pusing juga kami, kenapa di daerah ini (rokok ilegalnya) kok gak habis-habis, perizinan susah karena juga harus ada lahan 200 m2, solusinya bisa KIHT, ” tegasnya.

Perang melawan rokok ilegal itu didasari dari filosofi pengenaan cukai. Filosofi itu dijelaskan oleh Yani, sapaan akrabnya menerangkan tugas Bea Cukai. Meliputi bidang kepabeanan dan bidang cukai. Kepabeanan mengawasi lalu lintas barang ekspor dan impor, serta menghimpun penerimaan bea masuk, bea keluar dan pajak-pajak dalam rangka impor.

Lalu tugas bidang cukai mengawasi produksi dan peredaran barang kena cukai, serta menghimpun penerimaan cukai, pajak rokok, PPN hasil tembakau.

“Cukai sama dengan pajak, bedanya cukai pajak tidak langsung,” tegasnya.

Pajak tidak langsung, beban pajaknya tidak dibayar langsung oleh WP. Dasar pungutan cukai UU No. 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 1995 tentang cukai. Perubahan ini mengatur tentang Dana bagi hasil cukai HT sebesar 2 persen, diserahkan glondongan ke Pemprov. Di UU perubahan sanksi lebih berat.

Vape Juga Kena Cukai

“Cukai pungutan kepada barang-barang dengan karakteristik tertentu. Filosofi dasar pengenaan cukai, konsumsi perlu dikendalikan, peredaran perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup,” jelasnya.

BACA JUGA: Bea Cukai Malang Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 1,5 Miliar

Ada kesulitan vape yang ada nikotin tembakau yang dengan tidak. Karena hanya vape yang mengandung nikotin tembakau yang bisa kena pajak.

“Maka kami pasti periksa ke laboratorium, ” tegasnya.

Barang kena cukai lain adalah Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Yani menjelaskan pernah bertugas di bandara, ada bule yang membawa banyak miras. Padahal sesuai ketentuan hanya diperbolehkan membawa satu liter saja.

“Itu minumannya bagus-bagus dan mahal. Beberapa bule bahkan ada yang meminum langsung satu botol sampai habis karena minumannya tidak boleh ke luar bandara. Bisa habis sebanyak itu karena mungkin terbiasa,” paparnya disambut tawa para jurnalis.

Pelekatan pita cukai juga ada caranya. Seperti cerutu dilekatkan per batang, lalu untuk miras jenis A, pelekatannya di botol.

“Pita cukai dicetak oleh PT Peruri, juga didesain oleh Peruri. Pita cukai selalu memiliki batas waktu,” imbuhnya.

Pita cukai harus mengandung 11 informasi. Di antaranya lambang negara, harga eceran dan lain-lain.

Malang Jadi Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT)

Terkait fungsi pengawasan, bea dan cukai memiliki wilayah pengawasan di Malang Raya. Di antaranya 93 pabrik hasil tembakau, satu pabrik etil Alkohol, 2 pabrik MMEA, 2 kawasan berikat, satu gudang berikat.

Terkait rokok ilegal bea dan cukai pernah menemukan pita cukai palsu pada dua tahun lalu. Ke depan pelanggarannya adalah rokok polos tanpa pita cukai. Itu yang sering kena penindakan di wilayah Kabupaten Malang.

“Rokok dengan pita cukai palsu, jarang kami temukan.

Kemudian ada pelanggaran rokok dengan pita cukai bekas. Rokok yang menggunakan pita cukai yang bukan haknya. Rokok dengan pita cukai tidak sesuai dengan golongan.

“Tahun 2020 ada 37 penindakan hingga Agustus 2020, perkiraan kerugian negara Rp 2,7 M, ” tegasnya.

Tahun 2019 ada sekitar 86 penindakan dengan kerugian negara sekitar Rp 4 miliar. Angka terbesar memang pada rokok ilegal.

Rokok ilegal muncul karena faktor ekonomi, lalu perizinan sangat sulit. Juga karena aturan baru, pengusaha untuk mendapat izin harus berkolaborasi dengan pabrik besar.

“Misi cukai sejalan dengan kementerian kesehatan, di mana sampai pada titik masyarakat tidak kecanduan lagi (rokok, red), ”

Bea cukai petugasnya 106, tentu harus bersinergi dengan media, karena bea cukai tak mampu menjangkau secara efektif ke wilayah Malang Raya. Sebab pengawasan juga sulit, sebab dari luar berbentuk rumah tapi dalamnya ternyata dipakai melinting.

“Boleh mengadu barang kena cukai ilegal ke 081249571747,” pungkasnya.

Ada salah satu solusi lain adalah dengan menjadikan satu Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Di Indonesia rencananya Kudus, Madura dan Malang. Itu adalah kawasan industri hasil tembakau. Pengusaha luar kelas bisa bergabung dalam kawasan itu.

BACA JUGA: Bea Cukai Malang Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

“Itu sudah kami laporkan kepada Bupati Malang. Nanti sepertinya Kabupaten Malang bisa ke Malang Selatan, Kota Malang sudah siap 50 di Lowokwaru,”

Tempat ini ada yang produksi bungkus rokok dan lain-lainnya.

Ana Sofia Aryati: DBHCHT Itu Mandatory

Ana Sofia Aryati Kasubag Perindustrian dan Perdagangan Setda Kabupaten Malang.

Ana Sofia Aryati Kasubag Perindustrian dan Perdagangan Setda Kabupaten Malang menyampaikan, bagian ekonomi adalah sekretariat penggunaan DBHCHT di Kabupaten Malang.

Menurutnya, penggunaan DBHCHT adalah mandatory, yang mana harus sesuai dengan ketentuan. Pada tahun 2019 memakai PMK 222/2017. Sedangkan tahun 2020 memakai PMK 07/2020. Perbedaannya pemberantasan BKC ilegal.

“Pemda dan bea cukai melakukan operasi bersama, ini adalah tambahan poin di PMK 7,” jelasnya.

Penggunaan DBHCHT bisa untuk peningkatan kualitas bahan baku. Di Kabupaten Malang ada outputnya seperti adanya demplot tembakau.

Selain itu, DBHCT juga diarahkan untuk program pembinaan lingkungan sosial.

“Penggunaan DBHCHT paling besar pada program pembinaan lingkungan sosial. Sebab sesuai aturan, DBHCHT digunakan 50 persen untuk bidang kesehatan,” terangnya.

Penggunaan DBHCHT juga untuk sosialisasi ketentuan di bidang cukai. Juga untuk pemberantasan barang kena cukai ilegal.(cak)

Post Terkait

banner 468x60