Pecel Lele Malioboro Mahal? Apakah Lumrah?

  • Whatsapp
Malioboro.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – YOGYAKARTA – Pecel lele Malioboro menjadi bahan pembicaraan netizen pada kurun waktu satu minggu terahir lantaran harganya yang mahal dan tak masuk akal.

Sebenarnya, sudah menjadi rahasia umum jika harga makanan di tempat wisata lebih mahal dari pada tempat biasa. Namun, itu bukanlah alasan untuk memaklumi harga pecel lele Malioboro yang menthung.

Baca Juga

Pernah terjadi pada tahun 2017, Sultan Hamengkubuwana X, Gubernur DIY mengancam akan mencopot kepala UPT Malioboro karena adanya kenaikan harga parkir dan makanan yang cenderung seenaknya sendiri.

Berkaca dari hal tersebut, dapat dilihat jika orang asli Jogja pun tak ingin harga-harga yang ada di tempat wisata ikonik tersebut menjadi polemik.

Beberapa tahun setelahnya, terjadi lagi hal serupa. Sebuah video wisatawan yang menyebut harga pecel lele di lesehan Malioboro mahal, yakni Rp 37.000 per porsi, viral di media sosial.

BACA JUGA: Kata-Kata Indah Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan

Di dalam video tersebut, wisatawan menyebut rincian harga seporsi pecel lele yang harus ia bayar. Rp 20.000 untuk lele goreng, Rp 7.000 untuk seporsi nasi, dan Rp 10.000 untuk lalapan.

Menaggapi video tersebut, Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro Sukidi mengatakan bahwa harga seporsi lele di lesehan Malioboro antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000.

Ia menyampaikan, pedagang di sekitar Malioboro sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang ini menurutnya para pedagang telah mengutamakan pelayanan.

“Walaupun ini masih masa pandemi, teman-teman pedagang masih bisa berpikir positif. Dalam arti persiapan-persiapan menghadapi musim liburan lebaran tetap terkontrol, baik tentang harga dan pelayanan,” kata Sukidi.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada para wisatawan untuk lebih cermat kembali saat berbelanja di sekitar kawasan Malioboro. Khususnya saat akan membeli makanan di lesehan Malioboro.

Sementara itu, Pemerintah Kota Yogyakarta siap memberikan sanksi tegas dengan menutup permanen lesehan yang memberikan harga dengan tidak wajar.

“Tolong yang tahu di mana membeli dan kapan terjadi bisa diinfokan ke Pemkot Yogyakarta. Sebab, jika itu benar, sanksinya jelas dan tegas, yaitu ditutup selamanya,” ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Rabu (26/5/2021), dikutip dari kompascom, Minggu (30/5/2021).

Sebenarnya, jika ingin makan di Malioboro, hal yang paling penting dan harus dilakukan sebelum memesan adalah meminta menu atau daftar harga. Jika tidak ada, lebih baik tinggalkan saja.

Carilah saja angkringan gerobag tanpa ada lesehannya, Rp 10 ribu dijamin kenyang dan tidak menyesal. (kal)