Hotelier Kota Malang Lega, Okupansi Capai 90 Persen dengan Protokol Ketat

  • Whatsapp
hotelier kota malang
Hotel Atria di Kota Malang juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.Foto: Amanda Egatya/nusadaily.com
banner 468x60

MALANG – Hotelier Kota Malang lega, momen liburan panjang memberi angin segar bagi mereka. Selama masa pandemi, mereka mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis. Selama long weekend ini, pendapatan justru bertambah yang cukup signifikan.

Baca Juga

BACA JUGA: Jelang Libur Panjang Verifikasi Mall, Hotel dan Restoran di Kota Malang Diperketat

BACA JUGA: Satgas Survei 30 Hotel Kota Batu, Empat Belum Layak Buka

Banquet Sales Executive Atria Hotel and Convention Malang, Brigit Puspitasari mengungkapkan, selama masa liburan panjang, dari total 175 kamar yang tersedia sudah terisi sekitar 70 sampai 85 persen.

“Kami menyediakan kamar sekitar 70 sampai 85 persen dari total kapasitas dan semuanya penuh,” terang dia.

Hal tersebut menjadi angin segar bagi para hotelier. Sebab, selama masa pandemi, pendapatan hotel mengalami penurunan hingga 50 persen.

“Waktu pandemi sempat alami penurunan hingga 50 persen. Kemudian, perlahan mulai naik karena permintaan MICE. Saat ini, long weekend pertama selama masa pandemi dan antusias masyarakat ternyata tinggi,” lanjut dia.

Meski demikian, pihanya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat terhadap para tamunya. Seluruh tamu wajib menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer touchless.

“Setelah digunakan, kamar juga dibersihkan menggunakan disinfektan. Kamar yang telah digunakan tersebut tidak akan kami jual, tunggu satu kali 24 jam dulu baru dijual dan ditempati tambu lainnya,” papar dia.

Seluruh Area Hotel Disemprot Disinfektan

Sementara itu, Public Relation Officer Hotel Santika Premiere Malang, Essa Sinaga menambahkan, dari 111 kamar yang tersedia, sepanjang long weekend, justru okupansinya nyaris penuh.

“Selama masa liburan panjang, okupansi mencapai 90 persen,” kata salah satu Hotelier Kota Malang ini.

Kondisi tersebut mencerminkan kenaikan pendapatan sebesar 20 sampai 30 persen.

“Sebab, selama pandemi, kami mengalami penurunan hingga 20 sampai 30 persen,” papar dia.

Essa menambahkan, selama masa adaptasi kebiasaan baru, hotelnya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya, melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area hotel.

“Serta, wajib menggunakan masker di seluruh area hotel. Selain itu, makanan di buffet juga diambilkan oleh petugas dan seluruh miscellaneous dan cateleries hotel diplastikin satu set agar lebih higienis,” pungkas dia.(nda/cak)