Warga Lumajang Kebagian Rp 12 Miliar, Tapi Jember Terhambat oleh Bupati

  • Whatsapp
charles lumajang
Anggota Komisi IV DPR RI Charles Meikyansah berbicara saat reses bertemu warga. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Anggota DPR RI Charles Meikyansah menyampaikan pengakuan terbuka yang mengejutkan. Program bantuan kepada masyarakat belum bisa dirasakan secara adil merata untuk dua daerah yang diwakilinya, yakni Kabupaten Jember dan Lumajang.

Menurut legislator Partai NasDem ini, terpaksa hanya warga Lumajang yang kebagian dari program senilai total Rp12 miliar dalam setahun belakangan.

Baca Juga

Sedangkan, untuk warga Jember tidak bisa merasakan seperti halnya daerah tetangganya. Sebab, ungkap Charles, penyaluran program terhambat oleh birokrasi setempat, khususnya Bupati Jember Faida.

BACA JUGA: Anggota MPR RI: Kondisi Pandemi, Kita Berjuang Bersama Untuk Negeri

“Setahun program-program saya Rp12 miliar. Tapi, tidak satupun program bisa masuk di Jember. Kita minta rekomendasi Bupati Jember gak dapat,” bebernya saat menjalani masa reses untuk bertemu warga Jember, Sabtu, 26 September 2020.

Charles mengatakan, lain halnya dengan sikap Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang bisa terbuka menerima program dari anggota DPR RI untuk kepentingan warga masyarakatnya.

“Seperti kemarin-kemarin kita salurkan hand traktor, lampu jalan semuanya ke Lumajang. Insya Allah selanjutnya bantuan untuk 1.000 nelayan,” urai jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember ini.

Wakil rakyat di Senayan, jelas Charles, tugas utamanya adalah sungguh-sungguh berjuang agar Pemerintah Pusat lewat kementerian bisa mengalokasikan program bagi warga di daerah yang dahulu memilihnya.

Charles mengaku sudah berusaha keras supaya program yang sudah diploting lewat pembahasan anggaran bisa juga direalisasikan untuk warga Jember dan Lumajang.

Namun, lantaran hambatan birokrasi dari Bupati Jember yang akhirnya juga berimbas ke sikap pejabat teknis level kepala OPD berakibat program tidak bisa tersalurkan.

“Jember gak dapat apa-apa. Hanya yang tidak butuh rekomendasi dari CSR, hanya berupa sembako. Itu sekali saja habis,” ulas politisi yang kini berada di Komisi IV tersebut.

Diakuinya, salah satu diantara prosedur sebelum program disalurkan oleh kementerian harus mendapatkan rekomendasi dari kepala daerah setempat sebagai pemangku wilayah.

BACA JUGA: Charles Meikyansah: Rancangan Tentang Minerba Sudah Sangat Mendesak

Sebagaimana diketahui, Charles dan Bupati Faida pernah sama-sama berada dalam internal NasDem. Faida diusung NasDem saat Pilkada 2015 silam, dan kemudian menjadi pengurus DPW NasDem Jawa Timur.

Saat Pileg tanggal 9 April 2019 lalu, Charles terpilih sebagai anggota DPR RI usai meraih suara terbanyak mengungguli tujuh caleg NasDem lainnya termasuk Abdur Rochim, suami Faida yang berada di posisi suara terbanyak kedua.

Tahun 2020, NasDem tidak lagi mengusung Faida, karena yang bersangkutan memilih pencalonan lewat jalur perseorangan. Pasangannya juga bukan lagi KH Abdul Muqit Arief, melainkan pengusaha pengolahan aspal bernama Dwi Arya Nugraha Oktavianto alias Vian.

NasDem lantas mengubah halauan dengan mengusung pasangan calon Hendy Siswanto yang berduet dengan KH Mohamad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun. Dibarengi oleh Partai Gerindra, PPP, PKS, dan Demokrat. (sut)

Post Terkait

banner 468x60