Wali Kota Batu Tutup Kegiatan Silaturahmi Ramadan di Dusun Kekep

  • Whatsapp
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyerahkan santunan secara simbolis kepada 10 anak yatim saat Silaturahmi Ramadan di Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Kota Batu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Rangkaian Silaturahmi Ramadan selama 15 hari memasuki akhir kegiatan pada 7 Mei. Pelaksanaan terakhir digelar di Masjid Nur Aisyiah, Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu pada Jum’at sore (7/5). Kegiatan ini digelar Bagian Kesra Kota Batu sejak 19 April lalu.

Baca Juga

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Forkompimda Kota Batu hadir saat pelaksanaan Silaturahmi Ramadan di Dusun Kekep. Ia mengatakan, ibadah puasa telah memasuki hari ke-26.

“Saya berharap masyarakat Kota Batu sehat semua dan tetap disiplin menjalankan standar protokol kesehatan,” kata Dewanti saat memberikan sambutan di hari terakhir kegiatan Silaturahmi Ramadan (Jum’at, 7/5).

Ia mengatakan, jika saat ini protokol kesehatan sangat penting seiring dengan banyaknya pekerja migran yang mulai berdatangan ke Indonesia. Menurutnya, Kota Batu terdapat 5 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Batu yang telah tiba ke tanah air.

Laporan terbaru per 7 Mei, satu PMI Kota Batu asal Kelurahan Ngaglik, Kota Batu tiba ke Indonesia. Begitu tiba, PMI perempuan berusia 60 tahun itu menjalani karantina selama dua hari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Saat ini Pemkot Batu melalui instansi lintas sektor melakukan penjemputan kepada perempuan yang bekerja di Malaysia itu.

“Semuanya sehat. Meski begitu mereka tidak boleh kumpul keluarga dulu. Harus karantina hingga ada hasil swab-nya. Kalau negatif mereka baru bisa kumpul keluarga. Bukannya mempersulit ketemu keluarga tapi demi kesehatan bersama,” urai Dewanti.

Dewanti berpesan kepada masyarakat untuk tak larut dalam euforia ketika lebaran tiba. Sehingga abai pada pelaksanaan prokes kesehatan. Ia menyarankan agar masyarakat melaksanakan salat Idul Fitri di rumahnya masing-masing. Apalagi, menurutnya, saat ini virus bermutasi menjadi varian baru dengan tingkatan yang lebih ganas dari sebelumnya.

“Tetap patuhi prokes karena virus masih ada. Apalagi ada varian baru yang lebih ganas dari India maupun Eropa. Kata ilmu kedokteran, virus ini bukan lagi menyerang saluran pernafasan. Tapi juga, menyerang otak dan sistem pencernaan,” ucap Dewanti.(wok/adv/aka)