Vonis COVID-19 Keluarga Banser NU: RS Kabur, Pejabat Jember Membingungkan

  • Whatsapp
Keluarga pasien mendatangi Rumah Sakit Bina Sehat Jember. (foto: sutrisno/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Manajemen Rumah Sakit Bina Sehat tidak bersedia memberi pernyataan apapun ikhwal kejanggalan vonis COVID-19 kepada Rosidi (61), warga Lingkungan Condro, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates yang meninggal dunia pada Minggu, 2 Agustus 2020 lalu.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Jember Diah Kusworini Indriaswati juga terkesan menghindar untuk berkomentar. Padahal, ia tampak mendampingi manajemen RS Bina Sehat kala pertemuan tertutup dengan anak Rosidi, Ahmad Said Hidayad pada Jum’at, 7 Agustus 2020.

"
"

Baca Juga

"
"

Tiga orang perwakilan dari rumah sakit milik Bupati Jember Faida itu langsung kabur menolak menjawab pertanyaan para wartawan.

BACA JUGA: RS Milik Bupati Jember, Ricuh Lagi.. Ricuh Lagi..

Sedangkan Diah mengarahkan media supaya meminta keterangan dari Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jember Gatot Triyono yang tidak berada di lokasi.

“Untuk memberikan klarifikasi atau jawaban, bukan wilayah kami. Itu nanti dari Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19. Ini setelah ini saya telpon Pak Gatot,” katanya.

Gatot menjawab melalui pesan singkat dengan mengaku belum tahu persoalan yang terjadi di RS Bina Sehat.

“Tidak paham saya. Saya tidak tahu masalahnya. Mohon maaf belum dapat informasi apapun. Nanti jika sudah tahu saya hubungi balik ya,” tulisnya.

Nusadaily.com mendapat salinan dokumen vonis COVID-19 untuk Rosidi melalui surat RS Bina Sehat yang diteken perawat bernama Yeni Dwi, Amd, AK. Disertai selembar kertas bertuliskan swab nasofaring PCR661 laboratorium RSD dr. Soebandi tanpa tanda tangan siapapun.

BACA JUGA: RS Milik Bupati Jember Digeruduk Massa Tetangga Sekitarnya

Namun, saat lampiran tersebut dikonfirmasikan ke dr. Hendro Soelistijono selaku Direktur Utama RSD dr. Soebandi, ternyata tiada jawaban apapun darinya.

Keluarga pasien merasa vonis medis itu janggal. Pasalnya, diberikan malam hari usai siangnya terjadi keributan di RS Bina Sehat pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Keluarga dan kerabat datangi rumah sakit

Kecurigaan itu pun menyulut aksi keesokan harinya. Ratusan orang keluarga dan sanak saudara serta Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) yang bersimpati kepada pasien mendatangi RS Bina Sehat.

Sempat dilakukan pertemuan tertutup sekitar 45 menit. Tapi, keluarga pasien merasa dipermainkan.

“Jawaban dari pihak rumah sakit terkesan dilimpah-limpahkan ke Dinas kesehatan. Sehingga tidak menimbulkan kejelasan,” ujar Said, anak sulung almarhum Rosidi.

Dia bertekad menempuh jalur hukum atas perlakuan rumah sakit terhadap mendiang bapak kandungnya.

“Ini nanti akan saya laporkan ke polisi. Kami tidak mau dipermainkan,” tegas pria yang juga anggota Banser NU Kaliwates ini. (sut/aka)

Post Terkait

banner 468x60