Terjadi Lagi Atap Sekolah di Jember Ambruk

  • Whatsapp
atap sekolah di jember ambruk
Kondisi SDN Karangsono 04 di dusun Gumukrejo, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari yang miris usai ambruk. (nusadaily.com/ istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Peristiwa berulang lagi untuk kesekian kalinya di Kabupaten Jember, yakni atap sekolah ambruk. Kali ini terjadi lagi, Atap sekolah SDN Karangsono 04, di Dusun Gumukrejo, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari ambruk pada Selasa, 1 Desember 2020.

Sebagian kayu penyangga atap, sehingga mengakibatkan teras sekolah tersebut ambruk. Genteng-genteng berjatuhan ke tanah.

Baca Juga

“Ya, kami sudah dapat laporan dari masyarakat mengenai kejadian itu,” ujar Ahmad Faisol, anggota Komisi D DPRD Jember yang membidangi sektor pendidikan.

Dia sekarang berupaya untuk mengumpulkan informasi lebih detail apakah ada guru yang terkena reruntuhan. Sebab, guru masih beraktivitas di sekolah kendati proses belajar mengajar bukan melalui tatap muka dengan siswa.

“Kalau barang bisa diganti atau diperbaiki, kalau manusia apalagi guru lain lagi. Kita minta Dinas Pendidikan untuk segera turun mengantisipasi jangan ada yang terluka dan secepatnya melaporkan keadaan disana,” tegas legislator PPP itu.

Nusadaily.com berusaha meminta konfirmasi kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Jember Suko Winarno, namun yang bersangkutan belum bisa menyampaikan keterangan.

“Maaf, kami masih rapat,” katanya singkat sembari menutup telepon.

Sekolah Ambruk di Jember

Sekolah ambruk di Jember terjadi beruntun dalam rentang waktu yang berdekatan dalam setahun terakhir ini.

Tanggal 14 Desember 2019 lalu, atap dua ruang kelas SDN Keting 02, Kecamatan Jombang runtuh hanya berselang beberapa hari selesai digarap oleh rekanan.

Tanggal 19 Desember 2019, giliran SDN Selodakon 03 mengalami bencana robohnya salah satu ruang kelas dan ruang guru usai diguyur hujan deras.

Tanggal 8 Januari 2010, berlanjut ambruknya ruang kelas SDN Curahkalong 5, di Kecamatan Bangsalsari lantaran terlalu lama dibiarkan tanpa renovasi.

Tanggal 29 Mei 2020, beberapa ruang SDN Klompangan, Kecamatan Ajung roboh termasuk yang difungsikan untuk tempat ngantor para guru di sekolah itu.

Tidak sampai sebulan berikutnya, pada 11 Juni 2020 saat cuaca cerah terang benderang. Teras ruang guru SDN Sabrang 03, Kecamatan Ambulu tiba-tiba runtuh.

Tanggal 19 Oktober 2020, dua ruang kelas SMP Negeri 5 Silo, di Kecamatan Silo luluh lantak diguyur hujan dan tergerus air sungai yang meluap.

Tanggal 12 November 2020, SDN Rowotengah 03 di Kecamatan Sumberbaru mengalami tragedi ruang kelas dan atap perpustakaan ambruk.

Selain gedung sekolah, sejatinya kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik.

Misalnya, ambruknya atap pendopo Kecamatan Jenggawah pada tanggal 3 Desember 2019 silam. Teras rumah dinas Bupati Jember ambruk pada tanggal 13 April 2020. Puluhan meter plafon Puskesmas Gumukmas ambruk ke lantai pada tanggal 23 September 2020.

Serta ambruk dan hancur leburnya atap pendopo kantor Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Kaliwates tanggal 1 November 2020. (sut)