Temui Pegiat Kopi, Bupati Anas: Hulu Sampai Hilir Kita Perkuat

  • Whatsapp
Bupati Anas Bersama Sang Isteri Ipuk Fuestiandani Menemui Pegiat Kopi di Kecamatan Kalibaru. (ozi/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Para pegiat dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi mulai menata diri pasca dihajar dampak pandemi Covid-19. Salah satunya sentra produksi kopi yang berada di Kecamatan Kalibaru. Kopi dari kawasan tersebut, di antaranya dari Kebun Malangsari, telah diekspor rutin ke sejumlah negara. 

“Alhamdulillah, saya liihat kemarin perlahan tapi pasti, mulai bergeliat lagi. Kita harus optimistis menyambut era adaptasi kebiasaan baru. Hulunya kita perkuat, hilirisasi kopinya juga dioptimalkan. Sehingga ekonomi kembali bergerak,” ujar Anas, Minggu 26 Juli 2020.

Baca Juga

Kalibaru selama ini memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Di kecamatan tersebut, perkebunan kopi rakyat mencapai 9.721 hektar. Potensi ini terus dikembangkan hingga sektor hilir.

BACA JUGA: Usai Terpuruk, Harga Kopi Arabika Temanggung Mulai Membaik

“Saya sangat senang melihat banyak anak muda yang kini terlibat dalam pengembangan kopi. Tidak hanya bergerak dalam pertanian kopi saja. Tapi, sudah mulai melakukan pemrosesan kopi siap saji. Juga mulai banyak kedai-kedai kopi yang dibuka. Ini memberi nilai tambah ekonomi,” cerita Anas.

Potensi tersebut, imbuh Anas, akan terus dimaksimalkan. “Pemkab Banyuwangi membantu pendampingan dan promosinya. Di era adaptasi kebiasaan baru setelah dampak pandemi Covid-19, kami akan prioritaskan Kalibaru sebagai agenda promosi wisata kopi di Banyuwangi,” janji Anas.

Gagasan Anas tersebut disambut gembira oleh pegiat kopi di Kalibaru. Hamdani, pemilik kedai Semiotika Kopi dari Kalibaru Manis, mengatakan, selama ini, ia bersama kawan-kawannya rajin mempromosikan kopi lokal Kalibaru. “Jika pemerintah turut mendampingi dan membantu promosi, tentu ini menjadi kabar gembira bagi kami,” ungkapnya.

Saat ini, kata Hamdani, telah banyak tumbuh komunitas kopi di Kalibaru. Tidak hanya berhenti sebagai petani kopi, tapi mulai melakukan proses pengemasan sendiri untuk dijual secara bebas. Bahkan, ada yang sampai membuat cafe-cafe kecil.

“Seperti halnya saya ini. Selain langsung bertani kopi, kita juga melakukan pemrosesan untuk dibuat kopi siap seduh. Juga kini sedang mengembangkan kafe,” jelasnya.

BACA JUGA: Himung Kopi, Barista Kaki Lima Rasa Bintang Lima di Kota Malang

Yang menggembirakan, di kawasan ini juga muncul komunitas Kalibaru Sineas Creative (KSC) yang sedang giat memproduksi web series bertajuk “Sarjana Kopi”. “Kita dedikasikan untuk membantu promosi produksi kopi di Kalibaru di media digital,” ungkap Yogi, pegiat KSC.

Anas pun mengapresiasi kiprah anak-anak muda Kalibaru. ”Artinya, gerak teman-teman sudah menuju ekosistem bisnis yang bagus. Hulu atau pengembangan tanamannya ditata, hilirisasinya diperkuat, dan bahkan kini ditopang oleh promosi-promosi kreatif melalui produksi audio visual yang menarik,” pungkas Anas. (ozi/lna)

Post Terkait

banner 468x60