Sungai Watudakon Meluap, Ratusan Rumah Terendam Warga Kesulitan Air Bersih

  • Whatsapp
Sungai Watudakon Meluap, Ratusan Rumah Terendam Warga Kesulitan Air Bersih/Karin
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Ratusan rumah warga terendam air banjir sejak empat hari terakhir, dan kesulitan air bersih di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Salah satu warga Ulimah, mengakui jika air luapan Sungai Watudakon dan Avur Jambok memasuki pemukiman warga sejak Jumat, 1 Januari 2021 pukul 02.00 WIB dinihari.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Semakin Bertambah, Pemkot Malang Perpanjang Safe House

Kondisi ini pun cenderung naik setiap harinya, bahkan saat ini mencapai ketinggian 60 sentimeter hingga satu meter.

“Ini karena banyak sampah di Dam Sipon Pagaruyung dan Jembatan Prabon, jadi satu desa kerendam banjir,” ucapnya, pada nusadaily.com, usai menaikkan sejumlah perabotannya ke lokasi yang lebih tinggi, Senin, 4 Januari 2020.

Wanita berusia 48 tahun ini, mengatakan kondisi air yang tak kunjung surut bahkan cenderung naik semakin mempersulit aktifitasnya dan warga lain. Utamanya keperluan air bersih untuk Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Belum ada bantuan air bersih. Sejak kemarin sudah gak mandi, soalnya baknya sudah ke isi sama air banjir. Sanyo juga gak bisa hidup,” cetusnya.

Selain itu, dirinya dan sejumlah warga lainnya harus bermalam di jalan cor desa yang baru dibangun tahun 2020 lalu.

Diketahui, adanya peningkatan jalan cor di daerah langganan banjir Desa Tempuran, Dusun Bekucuk pada 16 Juli 2020. Menyedot anggaran Rp 3,9 miliar yang diperuntukkan sebagai upaya memperlancar hubungan ekonomi masyarakat sosial bisa membantu akses transportasi warga.

“Untungnya ada jalan cor, jadi masih bisa tidur di sini tadi malam (Minggu, 3 Januari 2021). Walalupun memang ada jalan cor ini surutnya lebih lambat,” bebernya.

Tak hanya itu, banjir juga merendam fasilitas lain. Seperti, tiga sekolah, bangunan balai desa hingga kini masih terjadi.

Kepala Desa Tempuran Slamet, menjelaskan banjir yang merendam pemukiman ini mulai terjadi sejak pukul 02.00 WIB Jumat pekan lalu. Kini, genangan air semakin meluas, dan sekitar 200 lebih rumah warga di dua Dusun digenangi air luapan sungai tersebut.

BACA JUGA: Terapkan E-Parking, Jukir Kota Malang Bakal Dapat Gaji Rp 2,9 Juta/Bulan

“Sudah menjadi langganan luapan air sungai itu sejak enam tahun lalu. Menurutnya, curah hujan sejak dua hari terakhir cukup mempengaruhi adanya luapan air,” ucapnya.

Slamet berujar, penyebab meluapnya air Sungai Avur Jombok dan Sungai Watudakon itu, lantaran masih adanya tanggul sungai yang belum terselesaikan dan tumpukan sampah rumah tangga, enceng gondok, kayu-kayu di Jembatan Prabon.

“Tanggul yang belum selesai dicor itu panjangnya sekitar satu kilometer. Itu ada di selatan Jembatan Bekucuk,” ucapnya.

Saat ini, dirinya bersama warga tengah menggelar kerja bakti secara swadaya masyarakat dengan mendatangkan backhoe serta dibantu BPBD Kabupaten Mojokerto. (din/kal)